buku yang diedit dan diterjemahkan 2012-2013

Dari atas kiri ke kanan bawah:

(2013) Pandemonium, Lost Man’s Lane, Love Story in Harvard, The Little Postman, Not A Fan,  Forgotten God, The Grace of God, Your Roadmap for Success, Becoming A Person of Influence, The Difference Maker, Leading C haracter, I Moved Your Cheese, The Power of Self-Confidence, It’s Not About You, Empowerment Takes More Than A Minute, You Can’t Lead with Your Feet on the Desk, Making Vision Stick, Warren Buffett Speaks, Taking People With You, The Relationship Edge, Full Steam Ahead!, How to Make People Like You in 90 Seconds or Less, When Leadership and Discipleship Collide.

(2012) The Marked Son, The Winning Attitude, The 17 Essential Qualities of  A Team Player, The Fourth Secret of One Minute Manager, Jack Welch Speaks, Sun Stand Still, Once Upon A Time, A Chapter of Happiness, A Chapter of Kindness.

 

SUN INDONESIA: Merintis Usaha Digital Printing Kian Mudah dan Murah

Seorang rekan yang berkecimpung di usaha digital printing pernah berkata pada saya, “Bisnis ini (digital printing) gak ada matinya!”

“Kenapa?” tanya saya saat itu, agak penasaran lantaran jenis usaha ini sudah menjamur di mana-mana.

“Masyarakat kita ini pada dasarnya visual, senang dengan apa yang tampak di depan mata. Dan, masyarakat kita juga tingkat narsisnya tinggi. Mug polos, jam polos, pin polos yang dikasih foto sama pernik-pernik lucu pasti laku dijual!”

Saya baru mengamini kebenaran kata-katanya saat perusahaan (mantan) tempat saya bekerja membuka lini baru, yaitu gerai customized merchandise di toko buku suatu mall besar di Surabaya. Berhubung karyawan tetap untuk menjagai stan tersebut belum ada, kami (termasuk saya yang aslinya editor buku) pun ikut bergiliran menjaga. Dari pengalaman itulah, saya belajar bahwa animo pengunjung pada pernak-pernik yang bisa dipersonalized atau diberi sentuhan pribadi amatlah tinggi. Continue reading

Menerjemahkan The Icarus Deception Karya Seth Godin (2014)

icarus-01

 Judul: The Icarus Deception | Penulis: Seth Godin | Penerjemah: Selviya Hanna |
Penerbit: MIC Publishing | Terbit: Juni 2014 

Sejak dulu, saya selalu suka buku-buku Seth Godin karena cara berpikirnya yang unik, inspiratif, dan di luar kotak. Karena itu, ketika ada kesempatan menerjemahkan buku terbarunya, The Icarus Deception, tanpa pikir panjang langsung saya ambil :)

Mungkin ada yang bertanya, mengapa dinamai Icarus Deception atau Tipu Daya Icarus? Seth Godin melandasi buku ini dengan kisah mitologi Yunani yang cukup terkenal, yaitu Icarus dan ayahnya, Daedalus. Daedalus seorang perajin kawakan yang dijebloskan ke penjara setelah merusak karya Raja Minos. Ayah-anak ini pun menyusun rencana kabur yang brilian. Daedalus membuat sepasang sayap dan melekatkannya dengan lilin. Ia memperingatkan putranya, Icarus, supaya tidak terbang terlalu dekat dengan matahari. Namun, saking bersemangatnya karena bisa terbang, Icarus melanggar peringatan ayahnya dan terbang terlalu tinggi. Alhasil, lilin yang merekatkan sayapnya meleleh dan Icarus jatuh menukik ke dalam laut, tewas ditelan ombak. Pesan moralnya: jangan menentang raja. Jangan menentang ayahmu. Jangan berani-berani membayangkan dirimu lebih baik dari yang seharusnya. Continue reading

Meresensi Buku untuk Media Massa (dan Dapat Buku Gratis dari Penerbit)

Bayangkan rak-rak buku dari kayu bernuansa rustik menjulang dari dasar lantai ke langit-langit, menutupi sisi-sisi ruang tamu ataupun ruang kerja di rumah. Dan ada ambalan-ambalan sederhana yang tersebar di kamar mandi, beranda belakang, bahkan dapur; di atasnya, tertata rapi buku teman bersantai ataupun berkarya. Itulah gambaran saya akan rumah yang sempurna. Kira-kira seperti gambar di atas.

Tapi, koleksinya harus bejibun dulu, betul?

Tapi, tapi, harga buku sekarang mahal sekali. Apalagi buku terjemahan. Seorang teman penerjemah bahkan pernah membahas sebab-musabab melangitnya harga buku di sini dan di situ.

Karena itu, di awal tahun 2014 ini, saya memutuskan untuk belajar jadi resensor di media. Motivasinya: biar dapat buku gratis dari penerbit. Dan, kalau dapat honor pemuatan, bisa dipakai untuk beli buku lagi. Selain itu, kalau buku yang diresensi punya eksposur bagus di masyarakat gara-gara dimuat di media massa, yang mendulang manfaat juga penulis dan penerbitnya, kan? Continue reading

Enam Kebiasaan Harian Seorang Seniman

source: 1.bp.blogspot.com

Duduklah sendirian; duduklah dalam diam.

Pelajari sesuatu yang baru, meski tanpa manfaat praktis yang nyata.

Mintalah masukan yang terus terang dari orang per orang; abaikan masukan massa.

Sediakan waktu untuk menyemangati seniman lainnya.

Jadilah pengajar, dengan tujuan membuat perubahan.

Jual sesuatu yang Anda ciptakan.

(Dikutip dari The Icarus Deception karya Seth Godin, buku terjemahan saya yang tak lama lagi akan terbit) :)

Menerjemahkan Esai Foto (Indonesia-Inggris), Tembus The Invisible Photographer Asia

2014-05-05-06-31-01

dicapture dari invisiblephotographer.asia. copyright by Adzwari Ridzki

“Ada rekomendasi, nggak, untuk translator Indonesia-Inggris?” tanya seorang teman lama via Line. “Untuk artikel kebudayaan yang agak nyastra. Atau kalau kamu mau ambil ya gapapa, Hanna.”

Namanya kesempatan yang mengasah kemampuan dan menolong naik level, pasti saya sambut dengan tangan terbuka, dong. Apalagi topiknya pun saya minati: ritual pemakaman di Toraja. Pokoknya, proyek berbau-bau budaya, sejarah, lingkungan, pariwisata, humaniora—tidak mungkin saya tolak *kode*. Ditambah ada kerinduan untuk mulai menggarap terjemahan Indonesia ke Inggris, karena selama beberapa tahun ini saya 99% mengalihbahasakan teks Inggris ke Indonesia. Sampai bahasa Inggris saya rasanya sudah mulai berkarat. Memang, kalau menerjemahkan materi setebal buku, saya belum berani. Namun, kalau diajak menerjemahkan artikel atau website, dan tenggat waktunya bersahabat, hayuk, come to mama :D Continue reading

Terjemahanku di National Geographic Traveler Mei 2014

10247467_714413858597357_927395043379504615_n

Jikalau di edisi National Geographic Traveler (NGT) sebelumnya saya didaulat menerjemahkan artikel tentang Surga yang Hilang di China, dengan kentalnya nuansa eksotisme dan mistik di kawasan Yunnan yang bergunung-gunung, di edisi NGT Mei 2014 saya “berjalan-jalan” ke kota yang lebih modern dan futuristik.

Kopenhagen, Denmark. Negeri yang lekat dengan kenangan masa kecil saya yang diwarnai dongeng-dongeng karangan Hans Christian Andersen. Lahir di Odense, Denmark dan tutup usia di Kopenhagen, dari tangannya mewujud cerita-cerita nan membekas. Sebut saja Gadis Penjual Korek Api, Ratu Salju, Thumbelina, Itik Buruk Rupa, dan Putri Duyung, yang patung-patungnya banyak menghiasi sudut kota Kopenhagen. Continue reading

Pizza Bayam Keju Ramah Deadline

C360_2014-05-04-11-41-53-466

Baca judulnya saja mungkin sudah bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan “ramah deadline”?

Sederhana, ini resep pizza yang pembuatannya tidak makan waktu lama dan tidak “buang-buang” tenaga karena pizza spesial ini tidak perlu diuleni. Tahu sendiri, kan, susahnya ulen-mengulen itu bagi newbie di dapur seperti saya. Dulu saya pernah nekad menguleni adonan roti kentang, dan butuh jam-jaman baru adonannya kalis. Meskipun hasilnya bisa dibilang gemilang dan suami rekues lagi, saya ogah memenuhi keinginannya karena gak kuat bok, keringat rasanya membanjir dari semua pori-pori. *Membayangkannya saja malas*

Akan tetapi, saat menerjemahkan artikel tentang Italia beberapa hari lalu, saya jadi kepingin bikin pizza (padahal di artikel sama sekali tidak disinggung tentang pizza, lho!). Sekitar bulan lalu saya pernah bikin pizza jagung manis dan tomat yang sausnya bikin sendiri *bangga*. Tapi, base rotinya beli yang instan di Superindo :p Namanya beli instan ya, pasti kurang memenuhi harapan. Rotinya kelewat garing dan menjurus keras hingga susah digigit. Untung saus dan toppingnya sedap :)

Nah, ujung-ujungnya berselancar di Google sambil bertanya-tanya, ada gak ya resep pizza yang rotinya tidak perlu diuleni? Oh, ternyata ada, saudara-saudara, banyak pula! Continue reading