buku yang diedit dan diterjemahkan 2012-2013

Dari atas kiri ke kanan bawah:

(2013) Pandemonium, Lost Man’s Lane, Love Story in Harvard, The Little Postman, Not A Fan,  Forgotten God, The Grace of God, Your Roadmap for Success, Becoming A Person of Influence, The Difference Maker, Leading C haracter, I Moved Your Cheese, The Power of Self-Confidence, It’s Not About You, Empowerment Takes More Than A Minute, You Can’t Lead with Your Feet on the Desk, Making Vision Stick, Warren Buffett Speaks, Taking People With You, The Relationship Edge, Full Steam Ahead!, How to Make People Like You in 90 Seconds or Less, When Leadership and Discipleship Collide.

(2012) The Marked Son, The Winning Attitude, The 17 Essential Qualities of  A Team Player, The Fourth Secret of One Minute Manager, Jack Welch Speaks, Sun Stand Still, Once Upon A Time, A Chapter of Happiness, A Chapter of Kindness.

 

Impian Membangun Rumah yang Mengayomi Alam

idola baru Indonesia :p

Saat ini, di Indonesia, ada fenomena baru di dunia layar kaca yang sanggup mengalahkan kecintaan sebagian warga pada sinetron buatan dalam negeri: serial Mahabarata. Bukan hanya karena kisah sepak terjang Pandawa melawan Kurawa yang lekat dengan budaya masyarakat kita, karena tersebarnya legenda asli India ini melalui wayang kreasi Wali Songo. Kegantengan aktor-aktor yang bermain di dalamnya—terutama Krishna—mampu mencuri hati dan memikat penonton TV yang kebanyakan ibu-ibu. Namun, meski saya tidak terlalu menggemari versi serial yang tayang di TV sekarang, saya amat menyukai legenda ini, terutama tokoh Drupadi, permaisuri Pandawa.

Palace of Illusion atau Istana Khayalan merupakan novel karya Chitra Banerjee Divakaruni yang menurut saya dengan sangat baik menceritakan ulang epos Mahabarata dari sudut pandang seorang tokoh wanita sentral, yakni Drupadi. Salah satu bagian yang membuat saya terkesan saat membaca novel itu adalah paparan tentang bagaimana Drupadi dan Pandawa merancang istana Hastanipura yang amat mereka cintai—meski akhirnya jatuh juga ke tangan Kurawa karena kecurangan Sengkuni di meja dadu.

Setting Hastinapura di layar kaca. Mewah dan megah, bukan?

Istana Khayalan yang mereka rancang sungguh indah dan bergelimang keajaiban—dan yang terpenting, mencerminkan jati diri mereka. Drupadi, misalnya, merancang adanya air dan taman yang indah di mana-mana, karena ia tumbuh besar di istana berlingkungan gersang. Ada juga Arjuna yang menginginkan menara tinggi menjulang yang melambangkan kebesaran Pandawa. Lain halnya Bhima yang menginginkan tungku-tungku ajaib berkapasitas luar biasa untuk memenuhi hobi memasaknya.

Nah, meski saya tidak menginginkan rumah sebombastis itu—untuk apa juga toh ya?—tapi saya juga punya gambaran yang ideal dari sebuah rumah. Ada pepatah yang berkata, Home is where the love is. Saya sepakat dengan itu, meski saya pun ingin menambahkan bahwa rumah harus menggambarkan siapa diri kita. Apa yang kita sukai, apa yang kita anggap penting dalam hidup, mimpi-mimpi kita, gaya hidup kita, kerinduan kita yang terdalam, semua akan tecermin di sana. Untuk apa kita punya rumah yang modern dan serba berteknologi tinggi, padahal sejatinya kita pribadi yang sederhana? Continue reading

Terjemahanku di National Geographic Traveler Agustus 2014

10561838_758180847553991_2132036478401144622_n

Beberapa bulan ini jadwal menerjemahkan saya sepadat arus mudik. Alhasil, rencana menulis artikel untuk blog, termasuk kisah menerjemahkan artikel-artikel untuk National Geographic Traveler Indonesia, pun tersendat-sendat. Jadi, sekarang saya langsung saja mengulas beberapa artikel yang saya terjemahkan untuk NGT edisi Agustus, ya. Ulasan dua edisi sebelumnya menunggu lain kesempatan saja. :)

Baiklah, dalam edisi ini ada dua artikel fitur yang saya terjemahkan dan bagi saya menarik karena yang satu dilatarbelakangi oleh memoar sastrawi dan yang lainnya dibingkai oleh kisah revolusi Meksiko. Continue reading

Olliebollen Vegan (Tanpa Telur, Tanpa Gluten, Tetap Empuk)

C360_2014-08-07-08-05-41-945

Berhubung berat badan kayaknya naik gara-gara jadi cookie monster di rumah mertua pas lebaran kemarin, sekarang jadi kepingin nyobain resep-resep kue sehat. Sehat yang bagaimana? Ya, tanpa gluten dan tanpa telur, biar gak bikin gemuk dan gak bikin jerawatan. Apalagi, sebagai penyandang golongan darah O, akan lebih sehat jika saya menghindari gluten yang banyak ditemui pada tepung terigu dan aneka produk gandum.

Karena itu, saya senang banget saat menemukan aneka resep kue vegan yang rencananya akan saya praktikkan satu demi satu :)

Nah, di kesempatan ini, resep yang saya jajal adalah Olliebollen Vegan, dinukil dari http://www.tanpagluten.com. Oya, di situs web aslinya resep ini dijuduli Poffertjes Vegan, tapi saat saya posting gambarnya di Facebook, ada seorang rekan yang berkomentar bahwa ini bukan poffertjes melainkan olliebollen. Jadi, namanya saya ganti di sini menjadi Olliebollen Vegan. Continue reading

SUN INDONESIA: Merintis Usaha Digital Printing Kian Mudah dan Murah

Seorang rekan yang berkecimpung di usaha digital printing pernah berkata pada saya, “Bisnis ini (digital printing) gak ada matinya!”

“Kenapa?” tanya saya saat itu, agak penasaran lantaran jenis usaha ini sudah menjamur di mana-mana.

“Masyarakat kita ini pada dasarnya visual, senang dengan apa yang tampak di depan mata. Dan, masyarakat kita juga tingkat narsisnya tinggi. Mug polos, jam polos, pin polos yang dikasih foto sama pernik-pernik lucu pasti laku dijual!”

Saya baru mengamini kebenaran kata-katanya saat perusahaan (mantan) tempat saya bekerja membuka lini baru, yaitu gerai customized merchandise di toko buku suatu mall besar di Surabaya. Berhubung karyawan tetap untuk menjagai stan tersebut belum ada, kami (termasuk saya yang aslinya editor buku) pun ikut bergiliran menjaga. Dari pengalaman itulah, saya belajar bahwa animo pengunjung pada pernak-pernik yang bisa dipersonalized atau diberi sentuhan pribadi amatlah tinggi. Continue reading

Menerjemahkan The Icarus Deception Karya Seth Godin (2014)

icarus-01

 Judul: The Icarus Deception | Penulis: Seth Godin | Penerjemah: Selviya Hanna |
Penerbit: MIC Publishing | Terbit: Juni 2014 

Sejak dulu, saya selalu suka buku-buku Seth Godin karena cara berpikirnya yang unik, inspiratif, dan di luar kotak. Karena itu, ketika ada kesempatan menerjemahkan buku terbarunya, The Icarus Deception, tanpa pikir panjang langsung saya ambil :)

Mungkin ada yang bertanya, mengapa dinamai Icarus Deception atau Tipu Daya Icarus? Seth Godin melandasi buku ini dengan kisah mitologi Yunani yang cukup terkenal, yaitu Icarus dan ayahnya, Daedalus. Daedalus seorang perajin kawakan yang dijebloskan ke penjara setelah merusak karya Raja Minos. Ayah-anak ini pun menyusun rencana kabur yang brilian. Daedalus membuat sepasang sayap dan melekatkannya dengan lilin. Ia memperingatkan putranya, Icarus, supaya tidak terbang terlalu dekat dengan matahari. Namun, saking bersemangatnya karena bisa terbang, Icarus melanggar peringatan ayahnya dan terbang terlalu tinggi. Alhasil, lilin yang merekatkan sayapnya meleleh dan Icarus jatuh menukik ke dalam laut, tewas ditelan ombak. Pesan moralnya: jangan menentang raja. Jangan menentang ayahmu. Jangan berani-berani membayangkan dirimu lebih baik dari yang seharusnya. Continue reading

Meresensi Buku untuk Media Massa (dan Dapat Buku Gratis dari Penerbit)

Bayangkan rak-rak buku dari kayu bernuansa rustik menjulang dari dasar lantai ke langit-langit, menutupi sisi-sisi ruang tamu ataupun ruang kerja di rumah. Dan ada ambalan-ambalan sederhana yang tersebar di kamar mandi, beranda belakang, bahkan dapur; di atasnya, tertata rapi buku teman bersantai ataupun berkarya. Itulah gambaran saya akan rumah yang sempurna. Kira-kira seperti gambar di atas.

Tapi, koleksinya harus bejibun dulu, betul?

Tapi, tapi, harga buku sekarang mahal sekali. Apalagi buku terjemahan. Seorang teman penerjemah bahkan pernah membahas sebab-musabab melangitnya harga buku di sini dan di situ.

Karena itu, di awal tahun 2014 ini, saya memutuskan untuk belajar jadi resensor di media. Motivasinya: biar dapat buku gratis dari penerbit. Dan, kalau dapat honor pemuatan, bisa dipakai untuk beli buku lagi. Selain itu, kalau buku yang diresensi punya eksposur bagus di masyarakat gara-gara dimuat di media massa, yang mendulang manfaat juga penulis dan penerbitnya, kan? Continue reading

Enam Kebiasaan Harian Seorang Seniman

source: 1.bp.blogspot.com

Duduklah sendirian; duduklah dalam diam.

Pelajari sesuatu yang baru, meski tanpa manfaat praktis yang nyata.

Mintalah masukan yang terus terang dari orang per orang; abaikan masukan massa.

Sediakan waktu untuk menyemangati seniman lainnya.

Jadilah pengajar, dengan tujuan membuat perubahan.

Jual sesuatu yang Anda ciptakan.

(Dikutip dari The Icarus Deception karya Seth Godin, buku terjemahan saya yang tak lama lagi akan terbit) :)