How to say “sorry” for your OWN mistakes

Ada dua kata yang paling penting namun sekaligus juga sulit diucapkan manusia, yaitu TERIMA KASIH dan MAAF. Namun, bagi saya pribadi, dalam kebanyakan kasus mengatakan ‘MAAF’ itu jauh lebih sulit daripada berterimakasih. Mengapa? Mengatakan maaf pasti mengorbankan “wajah” kita. Mau ditaruh di mana ni muka? Apalagi kalau kita lebih tua, dianggap lebih dewasa, ataupun memiliki status sosial di masyarakat yang lebih tinggi daripada orang yang bersangkutan dgn kita (mis: majikan dan pembantu).

Bagaimana cara yang mudah untuk mengatakan MAAF dalam situasi ini?

SELAMAT MENCOBA !

  • Percayalah, masalah ataupun kesalahpahaman tak dapat terselesaikan apabila Anda cuma berdiam diri saja! Anda perlu berinisiatif mengajak berdamai, dan kata MAAF adalah fomula yang tak tergantikan dalam usaha rekonsiliasi macam apapun.
  • Sadarilah bahwa meminta MAAF bukanlah ekspresi kelemahan atau kalah, melainkan wujud KEBESARAN JIWA dan KEMENANGAN ATAS EGO SENDIRI. Alih-alih dihina atau diejek, Anda mungkin akan semakin dihormati karena kerendahan hati dan kedewasaan Anda
  • Jangan bicara berputar-putar dan jangan gunakan bahasa yang tersamar. Katakan langsung pada intinya, sehingga orang yang bersangkutan tidak menjadi bingung ataupun semakin kesal pada Anda
  • Jangan membela diri. Itu menunjukkan bahwa Anda tidak sungguh-sungguh ingin berdamai. Lebih parah lagi, lawan bicara mungkin merasa Anda sedang balik menyalahkan dia.
  • Tunggu feedback dari si dia. Apakah positif atau negatif? Kalau responnya positif, nyatakan janji Anda untuk berusaha tidak mengulangi kesalahan serupa dan minta dia untuk mengingatkan Anda senantiasa. Kalaupun negatif (dia tidak bersedia memaafkan Anda), tidak perlu berkecil hati. Buatlah kebaikan-kebaikan kecil dan perhatikanlah dia. Ingat, apapun hasilnya kelak, yang penting Anda sudah berusaha…

 

Advertisements

One thought on “How to say “sorry” for your OWN mistakes

  1. Winarni K Suprimardani

    Adanya rasa “gengsi” dan “selalu merasa benar” membuat seseorang berparadigma bahwa sebuah kata “maaf” hanya akan membuatnya menjadi terpuruk.
    Tetapi mudah2an qt bs menjadi orang yg enteng mengucapkan maaf dan terima kasih.
    Terima kasih tipsnya.

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s