ASYIK…ADA YANG GAK USAH MIKIR!

Mungkin sebagian besar dari kita udah menyaksikan iklan salah satu operator terbesar di negeri ini, yang mengumandangkan seuntai kalimat nan “bijak” di atas. Saya pertama kali menontonnya beberapa hari yang lalu (emang rada telat sih, maklum jarang nonton tivi) dan langsung bingung. Lho kok bingung? Jelas karena apa yang disampaikan iklan tsb tidaklah sejalan dengan realita. Wong ketika saya nonton iklan, trus tertarik untuk membeli dan akhirnya membeli produk tersebut tentu akan melibatkan yang namanya “proses berpikir”. Lagipula, teman saya pernah bersaksi demikian, “Ah..katanya gak usah mikir…sama aja prosedurnya ribet and bikin pusing!” Yap, mungkinkah penipuan publik terjadi lagi? Yah…only GOd en yang bikin iklan yang tahu… Yang ingin saya soroti kali ini adalah muatan pesan yang dibawanya.

Sadar atau gak, masyarakat kita sekarang ini lebih mementingkan hasil dari pada proses. Gak perlu susah-susah kuliah, kan bisa beli ijasah palsu. Ngapain susah-susah belajar untuk UNAS? Kan bisa bayar calo. Ngapain mikir? Di sekeliling kita kan tersedia bgt banyak jasa dan barang yang kian mempermudah hidup kita. Apalagi sekarang ini teknologi berkembang sedemikian cepat, dan rima kehidupan pun semakin tak terbendung geraknya. Tak aneh apabila orang-orang lebih memilih jalan pintas. 

Ini sangat bertolak belakang dengan perkataan Aristoteles (atau Socrates ya?), “Saya berpikir karena itu saya ada.” Walaupun saya sendiri kurang setuju dengan ungkapan yang terlalu mengagungkan rasio dan berbau humanis ekstrem itu, saya dapat menerimanya dalam batasan tertentu. Paling tidak Bapak Filsafat ini menganjurkan untuk menggunakan otak dan berpikir. Tidak sampai di situ, dengan berpikir, kita harus menciptakan dampak di tengah masyarakat. Jangan sampai kita terlarut di dalam budaya pro-instan yang dianut oleh sebagian besar masyarakat. Kenapa? Karena kita gak akan dapat memaknai hidup dengan benar.

Dan kalau hidup ini tidak dimaknai, untuk apa kita hidup?

Apa asyiknya gak usah mikir kalo kita bisa menggunakan daya nalar kita dan memberi sumbangsih berarti pada masyarakat? Ya, gak?

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “ASYIK…ADA YANG GAK USAH MIKIR!

  1. Winarni K Suprimardani

    apa yg diciptakan Tuhan pasti ada kegunaannya. Kalau Tuhan memberikan qt nalar – sebagai suatu kelebihan dibandingkan makhluk hidup lainnya – maka sdh sepatutnyalah qta menggunakannya.
    beralih kpd iklan yang dibintangi pr monyet ini (iklanx lucuuu yah…!), mrk kan hewan, jd ungkapan tak perlu mikir dgn leluasa mrk ungkapkan, toh mmg mrk tdk prnh berpikir. Kalau manusia?

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s