BERCERMIN PADA KEBIJAKAN RADIO MALAYSIA

l_internetradio-internetMenarik juga mengikuti perkembangan media dan musik di negara tetangga kita, Malaysia. Ceritanya nih…lagu-lagu Indonesia lebih populer dan diminati oleh masyarakat Malaysia ketimbang lagu-lagu Melayu sendiri. Hanya karena faktor mengejar keuntungan semata maka radio lebih banyak memutar lagu-lagu Indonesia.

Beranjak dari realita inilah, menurut berita terakhir yang saya baca, Persatuan karyawan  (Seniman) Malaysia mulai 1 November 2008 akan memantau seluruh radio untuk mengetahui lagu-lagu karya musisi sendiri yang disiarkan atau karya asing, terutama musik Indonesia. Seperti dikutip dari Berita Harian, Presiden Karyawan (Persatuan Karyawan Malaysia) Freddie Fernandez, mengatakan bahwa hasil pemantauan mereka itu akan diberikan kepada menteri tenaga, air, dan komunikasi Shaziman Abu Mansor selaku pemberi izin penyiaran radio

I become proud of two things. First, bangga juga kalau tenyata hasil karya anak bangsa kita dihargai di luar negeri. Ini mungkin layak menjadi trigger untuk kita semakin mencintai karya dalam negeri, juga negara kita tercinta. Second, bangga dengan langkah bijak yang diambil pemerintah Malaysia dalam “mengamankan” industri musik dalam negeri. Seharusnya ini pun diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Terlalu banyak aset budaya yang sudah direbut negara lain, mulai dari Rasa Sayange sampai batik. Ini semua terjadi karena rendahnya kepedulian dan apresiasi masyarakat kita terhadap peninggalan budaya dan kesenian. Karena itu, sebagai bangsa yang dikenal berbudi luhur, marilah kita lestarikan dan hargai karya anak negeri. Jangan sampai budaya kita yang bernilai rasa tinggi perlahan-lahan terkubur karena kita lebih tertarik dengan buah cipta “tetangga”

 

 

 

Advertisements

One thought on “BERCERMIN PADA KEBIJAKAN RADIO MALAYSIA

  1. Winarni K Suprimardani

    Sy jg mpunyai dua kebanggaan tsb.
    sayangnya, Indonesia saat ini msh menganggap budaya adalah produk kampungan. Mereka lebih bangga dengan hal yang modern dan menempuh jalan apapun untuk mencapainya.
    seprt dlm tinjaun disiplin ilmu saya, maraknya bangunan bergaya barat menyingkirkan bangunan khas negeri ini.
    prilaku tsb menjadikan “pencurian” budaya menjadi hal yg wajar, toh rakyat tak lagi mempedulikan budayanya sendiri.
    Beruntunglah, negara masih memiliki orang2 sprt kamu dan teman2 lainnya yg masih peduli dgn eksistensi budaya kita.

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s