PERENUNGAN BAK KAMAR MANDI

6a00e3981de7fa883300e54f901e428833-800wiSEKITAR sebulan lalu, saya dikejutkan dengan berita pindahnya seorang anak kos. Ia adalah seorang teman seangkatan namun beda jurusan dengan saya, sudah ngendon kurang lebih 4 tahunan di kos kami. Saya malahan bisa terbilang penghuni baru di situ. Usut punya usut, menurut informan terpercaya, dia keluar kos dan pindah ke kosan lain yang tak jauh dari kosan lama karena ia udah gak tahan dengan cueknya penghuni kos lain (termasuk saya) pada KEBERSIHAN kos. Yang paling riskan adalah kebersihan KAMAR MANDI. Kebetulan kami gak punya pembantu, jadi segalanya memang harus dikerjakan sendiri.

Dulunya sih dia memulai aksi bersih-bersih bergilir. So setiap minggu pasti ada yang bersihin kamar mandi, nguras bak, nyapu lantai ruang TV, dan ngepel. Sayangnya itu hanya bertahan selama sebulan. Saking ga tahannya, akhirnya dia memutuskan untuk keluar. Hikz…sedih juga sih…tapi apa mau dikata…

Namun kepergiannya ternyata tidak membuat kami bertobat (dasar orang bebal ^^) Porselen lantai dan bak kamar mandi berubah warna mencoklat, dan anehnya, tak ada satu pun dari kami yang tergerak untuk mebersihkannya..

Sampai akhirnya…

Saya putuskan untuk membersihkannya sendiri! Itu pun karena airnya sudah ikut-ikutan keruh dan dasar bak sudah dipenuhi kotoran-kotoran coklat (hiiyyyy) Jadi sadar, sebulan ini kaki saya sering gatal-gatal..mungkinkah karena air ini????

Piuh…ternyata kotoran yang melekat di dasar dan samping bak sudah sedemikian lengket dan sangat sulit dibersihkan. Butuh setengah jam lebih untuk membersihkannya, padahal bak mandi kami tergolong kecil. Dan setelah itu gak ada tenaga lagi untuk menyikat lantai kamar mandi…so saya biarkan saja. Yang penting keramik bak mandiii sudaah kincloooong ^^ hehehe.. akhirnya saya dan teman-teman bisa mandi dengan aman dan nyaman…

Yang ingin saya bagikan kini adalah ilham yang mampir di  ketika saya menyikat bak sekuat tenaga.

Kotoran-kotoran yang menempel di porselen bak kamar mandi itu seperti dosa dalam hidup kita. Kalau dibiarkan, tidak dibersihkan secara teratur, akan terakumulasi dan menjadi sulit untuk dibersihkan. Harus ada tenaga ekstra, waktu tambahan, dan dibayar oleh kelelahan. Kotoran-kotoran itu pasti ada, tapi kalau jumlahnya terus bertambah dan tidak segera dibereskan, hidup kita, secara kasat mata jadi tidak indah, secara tidak kasat mata menjadi terganggu. Sama seperti air bak yang tercemar kotoran dan menjelma menjadi gatal-gatal di tubuh saya. Apalagi kalau dipikir-pikir, dosa yang disimpan dan dipelihara itu juga bisa menganggu dan menyakiti orang lain, bukan hanya diri sendiri. Contoh sederhanya, teman saya yang “kabur” dari kosan kami itu…hehehe ^^

Jadi gak ada untungnya sama sekali untuk memelihara dosa dalam hidup Anda ^^ Mending dibersihkan segera….

Terakhir, kemarin untuk membersihkan kotoran-kotoran membandel itu ternyata tidak cukup kalau hanya mengandalkan sikat. Harus pake pembersih khusus porselen baru mempan.

Seperti itu juga dosa-dosa kita. TIdak cukup mengatasi dosa dengan mengandalkan kemampuan kita saja. Entah itu perbuatan baik, amal ibadah, pelayanan, apalagi agama! Harus dengan “pembersih” khusus yang asali, yaitu TUHAN.

“Jikalau kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil. Dan Ia akan menyucikan kita dari segala dosa” (I Yoh 1:9)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s