GRAMEDIA VERSUS TOGAMAS

Sebagai seorang booklover dan book-creator, dalam seminggu saya bisa ke toko buku minimal 2 kali. Dan sekali berkunjung, minimal 2 toko buku untuk pembandingan. Sembari mencari yang saya inginkan, yaitu fasilitas baca gratis dan belajar (kalau pas lagi gak ada uang) dan menggali gagasan untuk buku atau cerita anak, saya turut mengamati perbedaan yang ada, baik dari segi kelengkapan buku, cara display, sampai public servicenya. Haha, yang akan saya bandingkan di sini adalah Gramedia dan Togamas, karena saya sering berkunjung ke sana.

Kelengkapan

Dari sisi kelengkapan, Gramedia masih lebih lengkap dari Togamas. Namun perbedaannya tidak terlalu jauh. Ini karena Gramedia mematok standar tersendiri dalam menerima buku. Ia menetapkan standar harga buku (bukan majalah) Rp.15,000 karena keterbatasan tempat dan juga karena segmentasi targetnya adalah middle-up (kalangan menengah ke atas). Sehingga kalau mencari buku-buku teks atau buku pasaran middle-low (menengah ke bawah), lebih baik berkunjung ke Togamas yang memang mengusung semboyan buku murah dan diskon seumur hidup. Namun apabila ingin mencari buku terbitan luar negeri, carilah di Gramedia. Yang stoknya paling lengkap adalah di Gramedia Expo (Basuki Rahmat).

Layout toko

Untuk ini, untuk tiap toko, baik Gramedia dan Togamas memang berbeda. Tapi saya pribadi terkesan dengan layout Togamas Diponegoro yang terkesan homey, dengan kamar2 dan beranda dari kayu yang ditemani kolam dan air mancur. Menurut saya ini kembali pada brand yang ingin dibangun kedua toko. Gramedia berusaha menjaga kesan eksklusif dan modernnya, dengan lantunan lagu-lagu instrumentalia yang lembut dan menenangkan hati. Sedangkan Togamas, lebih ngepop dan tampil merakyat. Tidak hanya instrumentalia, mereka juga memutar lagu-lagu yang sedang marak saat ini.

Keramahan Penjaga

Untuk poin satu ini, selama bergentayangan di kedua toko buku ini, saya merasa penjaga-penjaga Togamas lebih ramah. Dengan sabar mereka membantu menyarikan buku untuk pengunjung. Di Petra Togamas, begitu masuk, langsung disambut dengan sapaan ramah dan senyum manis penjaga, sedang di Togamas Margorejo, saya punya pengalaman unik. Ceritanya lagi kebelet pipis, eh, toiletnya cuma satu dan harus ngantri. Waktu itu dua orang penjaga Togamas sudah mengantri mendahului saya. Eh, mereka malah mengalah dan mempersilakan saya duluan. Hiks.. hiks.. terharu =P

Diskon

Nah, untuk yang satu ini, tidak perlu diragukan, Togamaslah pemenangnya. Pengusung motto diskon seumur hidup ini memang konsisten dalam memberikan diskon. Desember 2009 kemarin malah saya beruntung, mendapatkan novel Perahu Kertas dengan diskon 30+20%, hohoho….Sudah gitu, pakai disampulin (gratis lhoo). Setahu saya, dulu toko buku yang menyediakan fasilitas menyampuli buku hanya TB Uranus, tapi itu pun pake bayar. =P

Fasilitas Publik

Untuk poin ini, cukup bervariasi. Namun saya terkesan dengan kemurahan hati Togamas Margorejo (meskipun toiletnya hanya 1) yang menyediakan tempat duduk di setiap satu seksi rak. Kalau dihitung-hitung ada lebih dari 5 tempat duduk di lantai duanya. Kalau Gramedia mah pelit ngasih tempat duduknya, tapi toiletnya lumayan, minimal dua lah. Untuk yang lainnya juga cukup bervariasi.

Kesimpulan

Dari beberapa aspek yang saya bahas ini (walau belum dapat dikatakan mewakili apa yang ada), setiap toko buku tentu punya kekurangan dan kelebihannya. Jadi, saya sarankan, berkunjunglah sesuai dengan kebutuhan Anda. Bagi para mahasiswa atau penikmat buku yang tebal kantongnya tipis sampai rata-rata, mungkin bisa menjelajah Togamas dulu; kalau buku yang dicari gak ada, baru ke Gramedia. Sedang bagi Anda para penikmat sekaligus kolektor buku luar negeri, saya pikir Gramedia adalah pilihan yang lebih tepat.

Siip, ini dulu yaa. Saya akan membahas toko buku lain seperti Uranus, Gunung Agung, Periplus, dan lain sebagainya di kesempatan yang akan datang.

Happy reading!

(artikel ini juga dapat dijumpai di cornerstonestudio.wordpress.com)

Advertisements

4 thoughts on “GRAMEDIA VERSUS TOGAMAS

  1. chillphy

    k selvi…(help me…!!!) punya tips membagi waktu buat menulis, mebaca dan mengunjungi toko buku di tengah rutinitas yang mbulet n mboseni????

    (chillphy.wordpress.com)

    Reply
  2. E.s. Rizky

    kalo dilihat dari tata letak toko, menurut Mbaknya ada perbedaan nggak?
    menurut Mbak apa Gramedia lebih ke Grid Layout dan Toga Mas ke Free Flow Layout?

    terima kasih atas tanggapannya.

    Reply
    1. selviya hanna Post author

      hmm… sebenarnya setiap outlet punya keunikan tersendiri, ya mas. Hanya saja memang Gramedia terkesan lebih ‘satu template’, tata letak sesama toko buku Gramedia memang terkesan mirip. Sedangkan Toga Mas lebih bervariasi tata letaknya.

      Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s