ASYIKNYA MENULIS CERITA

Kali pertama saya mendengar judul buku ini adalah ketika Mbak Rini Nurul Badariah mengadakan kuis di milis PBA. Menarik sekaligus memancing rasa ingin tahu. Kalau tidak salah, buku ini dirilis sewaktu saya baru lulus dari kuliah dan baru bergabung dengan penerbitan buku umum. Jadi memang belum bersentuhan dengan dunia buku anak (yang ajaib dan penuh pesona itu) dan alhasil tidak tahu soal buku ini sama sekali. Karena itu, bisa dibayangkan betapa senangnya saya ketika buku Asyiknya Menulis Cerita ini sampai di tangan saya.

Kesan pertama saya adalah WOW. Saya suka tata letaknya yang atraktif dan ilustrasi-ilustrasinya, yang pastinya sangat menarik bagi anak-anak (segmen target dari buku ini). Namun ketika saya meluncur masuk ke dalamnya, menelusuri lembar demi lembar, mencerna kata demi kata yang terangkai apik, barulah saya sadar bahwa materi di dalamnya pun sangat berbobot. Bahkan saya pun (yang sudah terlalu gede untuk disebut anak-anak) mendapat banyak wawasan baru.

Apa saja yang ada di dalam buku ini? Cukup lengkap untuk membekali seorang anak menjadi penulis cilik:

  • Pemahaman tentang genre cerita, mengumpulkan ide, menulis fiksi dari fakta, membangun cerita, menciptakan karakter tokoh, peta pikiran, sudut pandang dan alur cerita, kecepatan dan waktu cerita, mengatasi kemacetan ide, cerita bersambung, merangkai cerita, dan kerangka cerita.
  •  Tips khusus yang memberikan informasi singkat dan penting terkait dengan topik yang dibahas.
  • Aktivitas seru dan kreatif untuk membantu anak berlatih menggali dan mengembangkan idenya.

Saya saja sampai geleng-geleng kepala. Cuma bisa berkata dalam hati, “Coba ya waktu kecil dulu di kelas guru Bahasa Indonesianya ngajar pake buku ini.” 😛 hehehe…

Coba simak beberapa tips menarik yang disajikan buku ini:

  1. Lebih baik memperlihatkan sesuatu daripada memberitahukannya. Misalnya “Mulutku ternganga” jauh lebih menyampaikan perasaan si karakter daripada “Aku kesal”.
  2. Variasi kecepatan cerita – kalimat panjang, dengan anak kalimat dan koma, memperlambat penuturan cerita, sedang kata-kata dengan bunyi vokal yang panjang, seperti –uu, ai, oo- juga menjadikan pace berjalan santai.
  3. Ketika mengalami ‘blank-ide’, pilihlah peribahasa atau kalimat bijak dan buatlah cerita yang membuktikannya. Buatlah juga cerita dari malapetaka yang terjadi sehari-hari (misalnya tersandung tali sepatu, menjatuhkan makanan, dll) tapi bumbui dengan imajinasi.
  4. Buatlah akhir cerita yang bahagia untuk memuaskan pembaca. Meskipun dalam perjuangannya si tokoh mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan, pada akhirnya ia berhasil meraih apa yang diinginkannya.
  5. Berlatih, berlatih, berlatih. Tulislah cerita dengan jenis-jenis karakter yang beragam dan berlatihlah dengan berbagai gaya.
  6. Dan seterusnya … (saya takut melanggar hak cipta nih kalau dibeberkan terlalu banyak ^-^)

Salut juga buat sang penerjemah (Rini Nurul Badariah) yang menuturkan kalimat demi kalimat dengan baik dan mengganti beberapa penamaan karakter agar lebih membumi di dunia anak Indonesia. Misalnya saja penggunaan “Pak Jenggot”, “Paman Kikuk”, dan lain sebagainya. Selain itu, dari sisi editorialnya pun sang penyunting (A. Mellyora) cukup teliti. Sejauh ini cuma ada satu salah ketik yang saya temui. Hanya saja yang saya pertanyakan adalah kenapa istilah dalam bahasa Inggris seperti setting, storyboard, dan semacamnya tidak dimiringkan atau dicari padanan kata lainnya? Mengingat pembacanya anak-anak, apa tidak akan terjadi kebingungan bahasa – bahasa Inggris disangka bahasa Indonesia? *sok pelestari bahasa* ;-P

Akhir cerita, buku ini sangat layak dibaca 🙂

Judul: Asyiknya Menulis Cerita | Penulis: Celia Warren | Penerjemah: Rini Nurul Badariah | Editor: A. Mellyora | Tata letak isi ulang: Tri Mulyani Ch. | Penerbit: Tiga Serangkai | Tahun terbit: 2008 | Jumlah halaman:32 | Ukuran: 21 x 26.5 cm | Harga: Rp.25.400

Advertisements

3 thoughts on “ASYIKNYA MENULIS CERITA

  1. Rini Nurul Badariah

    Terima kasih banyak, Mbak Selvy. Eh, kayaknya lebih enak manggil Selvy ya…seperti dugaan saya sejak kita berkenalan, Selvy jauh lebih muda ternyata:D

    Reply
    1. selviya hanna Post author

      Lho, udah diliat Mbak Rini … 🙂 Malu deh, padahal nanti sore baru mau kuposting di milis PBA 😀

      Aku yang makasih, Mbak, buku Asyiknya Menulis Cerita ini benar2 bermanfaat 😀

      Iya, Mbak (baru nyadar kalau di fb gak nyantumin tahun lahir). Panggil Selvy aja 🙂 Terima kasih sudah berkunjung ke sini. 😀

      Reply
  2. Rini Nurul Badariah

    Lho, kenapa malu? Aku senang, kok:D
    Walaupun tanpa tahun lahir, ketebak dari foto Selvy, hehehe…

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s