Saat Membaca Ulang Karya Terjemahan …

… biasanya saya menemukan cara pengalimatan atau pemilihan kata yang masih bisa diperhalus lagi. Misalnya ini:

Teks asli: He went by the name of Jimbo, and he had hair all over his face. A big, thick matting of hair. β€œHe look bad,” Dolly said, β€œbut he treat you right.”

Dulu saya terjemahkan:

Ia dipanggil dengan nama Jimbo, dan dia memiliki rambut di seluruh wajahnya. Rambut-rambut yang besar, tebal, dan kusam.

Mungkin akan lebih luwes jika diubah sedikit menjadi:

Ia dipanggil dengan nama Jimbo, dan bulu bertumbuh memenuhi wajahnya. Bulu-bulu yang besar, tebal, dan kusam.

Alternatif lain:

Ia dipanggil Jimbo, dan wajahnya penuh bulu.

Kesimpulan saya, mengotak-atik bahasa memang akan selalu menjadi pekerjaan yang tak kunjung usai, dan saya harus terus mengembangkan diri. πŸ™‚

0 Replies to “Saat Membaca Ulang Karya Terjemahan …”

  1. Rini Nurul Badariah says: Reply

    Kalau aku begini, Sel, “Ia dipanggil Jimbo, dan wajahnya penuh rambut.” Pernah tanya ke seorang teman penerjemah, katanya pakai ‘rambut’, bukan ‘bulu’. CMIIW πŸ™‚

    1. selviya hanna says: Reply

      Hmm, iya juga, jadi lebih ringkas ya πŸ™‚ Thanks, Mbak Rini. Memang aku masih harus banyak belajar πŸ˜€

      Soal “bulu” dan “rambut”, aku aslinya memang pakai “rambut” kok. Hanya saja setelah diuji ke beberapa orang (non-penerjemah), mereka lebih akrab dengan kata “bulu”. Mungkin seperti “bulu kaki” yang lebih umum daripada “rambut kaki”?

      1. Rini Nurul Badariah says: Reply

        Sama-sama. Kalau soal popularitas, kasuistis banget sih menurutku, hehehe. Masih sering ragu juga.

Leave a Reply