Memecah Kalimat Panjang Demi Keterbacaan

Biasanya, jika menemukan rentetan kalimat sepanjang kereta api, pasti saya pecah menjadi dua kalimat atau lebih. Memang ada penerbit dan editor yang anti-‘memecah’ karena khawatir ada makna yang berkurang atau bergeser. Namun sebagai penganut “keep it simple“, saya lebih suka memecah kalimat panjang agar lebih mudah dimengerti pembaca. Misalnya contoh di bawah ini:

Teks asli:

Yet, while most of us instinctively know how to build and protect a positive, long-lasting relationship with another person and can prove it by pointing to a spouse and close friends, few of us know how to use our instincts to consciously, systematically, and routinely build and maintain positive business relationships.

Terjemahan awal:

Meskipun kebanyakan orang secara naluriah memahami cara membangun serta menjaga hubungan yang positif dan awet dengan orang lain, yang terbukti melalui hubungan kita dengan pasangan dan kawan dekat, ternyata hanya sedikit yang tahu cara menggunakan naluri itu secara sadar, sistematis, dan teratur untuk membangun hubungan bisnis yang positif dan memeliharanya.

Pasca-sunting:

Secara naluriah, kebanyakan orang memang memahami cara membangun serta menjaga hubungan yang positif dan awet dengan orang lain. Itu terbukti melalui hubungan kita dengan pasangan dan kawan dekat. Akan tetapi, ternyata hanya sedikit yang tahu cara menggunakan naluri itu secara sadar, sistematis, dan teratur untuk membangun hubungan bisnis yang positif dan memeliharanya.

Semoga saja sudah lebih sederhana dan mudah dimengerti 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s