SUN STAND STILL

Penulis: Steven Furtick

Penerjemah: Selviya Hanna

Penerbit: Benaiah Books

Genre: Non-fiksi Rohani

Pengalaman pertama memang selalu istimewa – mendebarkan, menyenangkan, sekaligus bikin cemas. Saya senang sekali karena akhirnya buku ini sukses terbit November 2011 kemarin, sebulan setelah saya mengumpulkan hasil terjemahannya. Sun Stand Still sebenarnya merupakan buku keempat yang saya terjemahkan, tapi terbit paling awal. Dan karena dibumbui oleh kisah-kisah mendebarkan, proses penerjemahan buku ini jadi semakin spesial.

Saya cuplikkan beberapa bagian dari buku ini, ya …

Selamat datang di iman yang berani.

Buku ini bukan selimut yang hangat. Kata-kata di halaman ini juga bukan obat tidur yang akan membuatmu terlelap. Saya tidak sedang menulis untuk menenangkan atau memanjakanmu.
Dengan pertolongan Tuhan, saya ingin membangkitkan keresahan dalam benakmu. Raihlah saklar dan padamkan lampu di tempat persembunyian favoritmu: rasa tidak aman dan rasa takut. Lalu jentikkan lagi saklar itu agar kebenaran Allah bisa menerangi takdir ilahi yang mungkin tertidur selama bertahun-tahun dalam dirimu. Singkatnya, saya ada di sini untuk mengaktifkan iman beranimu. Untuk mendorongmu meminta hal-hal yang mustahil dari Tuhan, sekaligus dalam prosesnya, menghubungkanmu kembali dengan tujuan dan kapasitas yang telah Dia tetapkan bagimu.

Kamu boleh menganggap buku ini sebagai satu jilid teologi iman yang berani. Barangkali kamu belum pernah membaca buku seperti ini, tapi teologi iman yang berani itu penting. Bahkan, jika kamu pernah menjumpai teologi yang tidak menghubungkan langsung kebesaran Allah dengan kapasitasmu untuk melakukan perkara-perkara besar atas nama-Nya, itu bukan teologi yang alkitabiah. Langsung saja masukkan dalam berkas Bidat.

Saya akan beranjak lebih jauh: jika kamu tidak berani memercayai Tuhan untuk hal-hal yang tak mungkin, kamu tertidur dan melewatkan beberapa bagian terbaik dari kehidupan kristianimu.

Dan lebih jauh lagi: jika ukuran visi hidupmu tidak mengintimidasi bagimu, kemungkinan besar itu melecehkan Tuhan. Iman yang berani adalah bahan baku penyusun Kekristenan yang sejati. Inilah yang memicu orang-orang stabil dan biasa-biasa saja seperti kamu dan saya untuk mulai hidup dengan keberanian yang luar biasa. Jika kamu hidup seperti ini, matamu akan terbuka memandang hari lepas hari dalam warna yang dinamis. Pertumbuhan rohanimu akan dipercepat pada kecepatan yang ajaib.

Mungkin kamu sedang terjebak dalam modus bertahan hidup rohani. Kamu sudah terbiasa dengan spiritualitas yang biasa-biasa saja. Kamu tidak sedang berusaha menjadi seorang munafik. Hanya saja, sejauh ini perkara iman itu tidak, yah, efektif bagimu.

Tapi jangan biarkan penyalahgunaan dan pemahaman yang salah menjauhkan kita dari iman. Tuhan tidak punya rencana B. Dalam Ibrani 11:6, Alkitab menawarkan sebuah tantangan:

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.

Ini sudah harga mati. Iman bukan hanya Tiket Keluar Neraka Gratis, melainkan balok bangunan terpenting dalam hubunganmu dengan Tuhan. Dan itulah satu-satunya fondasi nyata yang bernilai untuk membangun hidup.

Jangan tinggalkan janji perubahan hidup dari iman yang sangat jujur ini, hanya karena beberapa orang pernah menyampaikannya dengan gegabah dan tidak alkitabiah. Memalukan sekali jika kita membiarkan pengalaman buruk atau kekecewaan masa lalu membuat kita terus terikat, miskin, dan buta terhadap apa yang ingin Allah kerjakan dalam hidup kita.

Kita harus menemukan cara yang lebih baik.

Puji-pujian untuk Sun Stand Still:

 “Buku ini seperti bom waktu yang berdetak. Buku ini akan meledakkan mimpi-mimpi kecilmu dan menggantikannya dengan iman yang berani.” – Mark Batterson, pendeta kepala, Nasional Community Church; penulis buku Primal and In a Pit with a Lion on a Snowy Day.
“Steven Furtick menantang kita semua – mulai dari misionaris di dunia ketiga sampai keluarga yang hidup di pinggiran kota – untuk percaya bahwa Tuhan melakukan perkara yang mustahil dan mulai menjalani hidup dengan iman yang luar biasa.” – Andy Stanley, pendeta senior, North Point Community Church.

“Terlalu lama orang Kristen menyambut visi iman yang sangat kecil…. Steven Furtick mengingatkan kita bahwa Tuhan yang telah melakukan perkara mustahil lewat para pahlawan iman yang hebat, masih ingin untuk melakukan hal yang sama lewat kita hari ini.” – Jentezen Franklin, pendeta senior, Free Chapel; penulis buku Fasting.

“Buku ini akan menunjukkan bahwa harapan dan ekspektasimu hanyalah awal dari apa yang Tuhan bisa lakukan.” – Ed Young, pendeta senior, Fellowship Church.

Tentang Penulis:
Steven Furtick adalah pendiri dan gembala senior gereja Elevation Church di Charlotte, North Carolina, yang disebut oleh majalah Outreach sebagai salah satu dari 10 gereja-gereja di Amerika yang mengalami pertumbuhan tercepat. Dalam empat tahun, Elevation berkembang menjadi lebih dari 6.000 jemaat tetap di tiga lokasi. Furtick dan istrinya, Holly, memiliki dua putra bernama Elijah dan Graham, dan mereka tinggal di daerah Charlotte.

Buku ini bisa didapatkan di toko-toko buku rohani atau dipesan melalui facebook Benaiahbooks dan situs lilinkecil.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s