Letters From Iwojima (2006)

Saya tergolong orang yang tidak tegaan kalau menonton adegan perang dan bunuh-bunuhan. Saya selalu berpikir, prajurit-prajurit itu digambarkan terbunuh dengan begitu mudahnya, padahal pasti ada keluarga tercinta yang menunggu di rumah, berharap mereka pulang dari medan perang hidup-hidup. Mungkin karena itulah saya sejak dulu berdoa sama Tuhan supaya tidak diberi pasangan hidup tentara atau polisi. 😛

Nah, karena itu, berkat rekomendasi kekasih saja saya mau menonton film ini. Dan harus saya akui, saya tidak menyesalinya. 🙂 Meskipun sarat adegan baku tembak, film ini tetap manusiawi dan mengaduk-aduk perasaan. Tak heran bila film besutan sutradara Clint Eastwood ini berhasil menuai banyak pujian dan penghargaan, termasuk nominasi Academy Award.

Letters from Iwo Jima adalah film tentang pertempuran Iwo Jima dari sudut pandang tentara Jepang. Pertempuran Iwo Jima adalah peristiwa pertempuran antara pasukan Amerika Serikat dengan Jepang sepanjang bulan Februari hingga Maret 1945, ketika Perang Dunia II berkecamuk. Dalam pertempuran tersebut, Amerika Serikat berhasil merebut Iwo Jima, termasuk pangkalan udara yang ada di pulau milik Jepang tersebut.

Bagi saya pribadi, yang paling menarik dari film ini adalah perjuangan Prajurit Saigo (Kazunari Ninomiya), seorang mantan tukang roti yang dipaksa menjadi prajurit, agar tetap hidup. Ia telah berjanji pada istrinya yang sedang hamil bahwa ia akan pulang dengan selamat, dan ia berupaya menepatinya, meski harus melawan perintah komandannya dan mengorbankan harga dirinya sendiri. Di samping itu, karakter  Letjen AD Tadamichi Kuribayashi (Ken Watanabe) — profil pemimpin yang baik — berhasil membuat saya bersimpati.

Simak kutipan-kutipan Letters From Iwojima berikut:

Saigo: [a letter to Saigo’s wife] We soldiers dig. We dig all day. This is the hole that we will fight and die in. Am I digging my own grave?
General Tadamichi Kuribayashi: If our children can live safely for one more day it would be worth the one more day that we defend this island.

Baron Nishi: [reading the letter from the mother of Sam, the dead marine] And always do what’s right because it’s right.

Overall, film ini layak ditonton. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s