Mengubah Perspektif Demi Keluwesan Terjemahan

Setiap penerbit pasti punya kebijakan tersendiri menyangkut penerjemahan dan penyuntingan. Ada penerbit yang cukup saklek; buku-buku yang diterjemahkannya harus sesetia mungkin pada struktur kalimat bahasa sumber dan sebisa mungkin tidak mengurangi atau menambahkan satu pun kata. Namun ada juga penerbit yang berpihak pada keterbacaan. Merombak kalimat, bahkan menambah atau mengurangi kata dirasa sah-sah saja, selama tidak melenyapkan pesan yang ingin disampaikan penulis.

Kebetulan, penerbit tempat saya bekerja sebagai penyunting menganut asas kedua. Dan itu cukup bisa dimaklumi, karena kami kebanyakan menerbitkan buku-buku terjemahan non fiksi yang, nota bene, memang sangat butuh diluweskan.Namun tentu saja, selain keterbacaan, efisiensi kalimat adalah titik tekan penyuntingan di tempat kami. Dan demi mencapai itu, adakalanya saya perlu mengubah sudut pandang dalam kalimat-kalimat tertentu.

Beberapa contoh di bawah ini terambil dari buku-buku yang saat ini tengah saya sunting dan terjemahkan.

1) Teks asli: How did you develop this good relationship? Not many people can easily explain how it happened.

Terjemahan awal: Bagaimana Anda mengembangkan hubungan seindah ini? Tidak banyak orang bisa dengan mudah menjelaskannya.

Pasca-sunting: Bagaimana Anda mengembangkan hubungan seindah ini? Banyak orang sulit menjelaskannya.

2) Teks asli: I guess it ’s because we have kids in the same nursery school.

Terjemahan awal: Saya rasa itu karena kami punya anak-anak yang bersekolah di tempat yang sama.

Pasca-sunting: Saya rasa itu karena anak-anak kami bersekolah di tempat yang sama.

3) Teks asli: Berkshire’s World Book encyclopedia has difficulty delivering the same stellar returns that Buffett’s investment in the Disney Company achieved.

Terjemahan awal: Ensiklopedia terbitan Berkshire, World Book, mengalami kesulitan untuk mendapatkan keuntungan luar biasa seperti yang diraih investasi Buffett di Disney Company.

Pasca-sunting: Ensiklopedia terbitan Berkshire, World Book, sulit menyamai keuntungan luar biasa yang diraih investasi Buffett di Disney Company.

4) Teks asli: Large purchases (at least $10 million of after-tax earnings, and preferably much more).

Terjemahan awal: Pembelian besar (setidaknya $10 juta dari pendapatan setelah pajak, lebih disukai yang jauh lebih besar lagi)

Pasca-sunting: Pembelian besar (setidaknya $10 juta dari pendapatan setelah pajak, dan lebih disukai jika jauh lebih besar)

5) Teks asli: Her gaze lances through me. I get this feeling like I should apologize, but I can’t think what I’ve done wrong, exactly. I don’t especially like the feeling. 

Terjemahan awal: Tatapannya langsung menikamku. Aku jadi merasa harus meminta maaf, tapi tak bisa memikirkan kesalahan apa yang persisnya kubuat. Aku sangat tidak menyukai perasaan ini.

Pasca-sunting: Tatapannya langsung menikamku. Aku jadi merasa harus meminta maaf, tapi tak bisa memikirkan kesalahan apa yang persisnya kubuat. Perasaan ini sungguh tidak menyenangkan.

6) Teks asli: No one is useless in this world who lightens the burden of it for someone else.

Terjemahan awal: Tak seorang pun tak berguna di dunia ini yang bisa meringankan beban itu untuk orang lain.

Pasca-sunting: Semua orang yang dapat meringankan beban orang lain pasti berguna.

7) Teks asli: Habits don’t just happen; they are caused. Once the original cause of a habit is determined, it is within your power to accept or reject it.

Terjemahan awal: Kebiasaan tidak terjadi begitu saja; pasti ada penyebabnya. Begitu penyebab awal dari satu kebiasaan ditentukan, maka hal itu berada dalam kekuasaan Anda untuk menerima atau menolaknya.

Pasca-sunting: Kebiasaan tidak terjadi begitu saja; pasti ada penyebabnya. Begitu penyebab awal dari satu kebiasaan ditentukan, Anda bebas menerima ataupun menolaknya.

8) Teks asli: There is no improvement except through change. To improve continually we must change continually.

Terjemahan: Tidak ada kemajuan kecuali melalui perubahan. Untuk bisa terus maju, kita harus terus-menerus berubah.

Pasca-sunting: Tidak ada kemajuan tanpa perubahan. Agar bisa terus maju, kita harus terus-menerus berubah.

Tentu saja, karena menulis, menerjemahkan, dan menyunting adalah soal rasa (baca: subjektif), apa yang luwes bagi saya belum tentu luwes bagi orang lain. Tapi saya harap artikel ini tetap berguna bagi yang membacanya 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Mengubah Perspektif Demi Keluwesan Terjemahan

  1. lamfaro

    kebalikan dari selvy, aku lebih sering garap nonfiksi sebagai penerjemah freelance. tapi gapapa, di kantor udh kebanyakan baca buku cerita… hehe… eniwe, belakangan aku sering menggarap buku2 self-help. memang ya buku-buku self-help itu pas di-Indonesia-kan suka terasa kaku. contoh-contoh di atas sangat membantuku untuk memperluwes lagi terjemahanku. makasih postingannya, selvy. 🙂

    Reply
    1. selviya hanna Post author

      Iya, Mbak, memang enak gitu biar seimbang, hehe.. kalau nerjemahin non fiksi, gak terlalu sulit memahami kata-katanya, tapi pas menghaluskan… wuih.. harus muter otak supaya kalimatnya gak kaku. Sama-sama Mbak Lulu, aku juga banyak belajar dari postingan Mbak 😀

      Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s