Sejalan Tapi Tak Sama

Teman-teman yang mengenal saya dan Mas Anto selalu bilang kami beruntung karena mendapat pasangan yang sama-sama berkarya di media, khususnya perbukuan. Satu visi, istilah mereka. Dan itu memang benar. I’m truly grateful to have him as my soulmate. Terlebih kami punya kesamaan dalam banyak hal. Misalnya saja, kami sama-sama jatuh cinta pada dunia perbukuan dan punya pandangan yang sama akan bagaimana kami melayani Tuhan dengan passion dan bakat kami. Di luar itu, kami sama-sama maniak buku dan film, sangat suka jalan-jalan dan menikmati alam, serta tahan berjam-jam mengobrol dengan topik yang amat random.

Namun mungkin tidak banyak yang tahu kalau kami juga punya banyak perbedaan. Mulai dari yang terkesan remeh hingga serius. Misalnya saja beberapa perbedaan di bawah ini:

Mas Anto itu … Sedangkan saya …
Sukanya film thriller, horor, dan action superhero Lebih nyaman dengan drama, komedi romantis, dan animasi
Beli buku kalau ada perlunya saja (misalnya mau nggarap komik sejarah, beli referensi sejarah) Suka lapar mata kalau ke toko buku
Genre buku favorit sepanjang masa: historical novel, anti non-fiction Genre buku favorit cukup luas, asal jangan filsafat yang berat-berat saja. Paling suka: fantasi.
Sayang dan merawat betul barang-barangnya. Ponsel dan laptopnya bertahan bertahun-tahun. Habis manis sepah dibuang. Waktu masih baru, barang disayang-sayang, tapi sesudahnya … ya, tahu sendiri deh 😛
Tekun dan tidak mudah bosan menekuni dunia komik selama bertahun-tahun Cepat bosan, fokusnya mudah teralihkan saat ada pilihan lain yang lebih menarik
Orangnya penyabar, kalau marah lebih suka menarik diri dan masuk gua Kurang sabaran, kalau marah lebih suka meluapkannya saat itu juga. Cepat meledak, tapi juga cepat lupa. 🙂
Anti daging dan ikan (tapi anehnya doyan banget soto madura) Can’t live without it!
Sudah cukup puas dengan nasi, tempe, dan sambal Tentu saja tidak puas!

Ini hanya sekelumit dari banyak perbedaan lain yang kami miliki. Memang, dengan adanya perbedaan-perbedaan itu, adakalanya salah satu di antara kami harus mengalah. Kalau nonton film di bioskop, kami hanya bisa nonton animasi. Ketika makan bareng, kami harus menghindari warung/resto seafood. Saat kami bertengkar dan dia diam seribu bahasa, saya harus peka bahwa dia tidak sedang merasa nyaman.

Intinya, kami belajar untuk mengerti dan tidak memaksakan keinginan sendiri. Meski lebih banyak jatuh-bangunnya, untunglah sejauh ini segalanya masih dapat dimaklumi. Besides, I love him as the way he is, so it’s okay. 🙂

Dedicated to my soulmate. Sedikit catatan kecil menjelang anniversary.

Advertisements

2 thoughts on “Sejalan Tapi Tak Sama

    1. selviya hanna Post author

      Vegetarian tapi gak saklek, Mbak. Buktinya, soto madura doyan (meski jeroannya dikasih semua ke aku), haha. 🙂 Makasih ya udah mampir ke sini 😀

      Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s