Belajar Tentang Kerendahan Hati

contoh suntingan dengan track changes, dari scribendi.com (bukan punya saya, lho) πŸ™‚

Belum lama ini, saya berkesempatan menyunting naskah antologi bertajuk kewirausahaan bersama rekan saya, Sari. Total ada lima belas naskah terpilih yang berhasil lolos seleksi dan segera kami sunting dan perhalus. Setelah selesai menyunting, naskah kami kembalikan ke penulis masing-masing, sekadar untuk memberitahu dan meminta feedback dari mereka. Sengaja saya kirimkan naskah yang sudah ditrack-changes agar penulis bisa langsung melihat mana saja yang saya ganti.Dari ketujuh naskah cerpen yang saya tangani, tingkat penyuntingannya tentu berbeda-beda. Ada yang hanya perlu dibenahi ejaan dan titik komanya. Ada juga yang agak parah dan membutuhkan rombak paragraf dan penghalusan dalam pengalimatan. Setelah saya kirimkan, respons penulis pun beda-beda. Ada yang membalas dengan berkata, “Ya sudah, Mbak, selama gak mengubah isi cerita, saya gak masalah.” Ada juga yang mendiamkan, tidak mengirim email balasan apa pun. Untuk kasus ini, saya anggap secara sepihak bahwa ia setuju dan naskahnya pun saya teruskan ke layouter untuk proses selanjutnya.

Namun ada juga seorang penulis yang membalas dengan ucapan terima kasih karena ceritanya jadi mengalir lebih baik pasca-sunting. Dan seorang penulis lain yang berkata, “Terima kasih banyak, Mbak. Pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Semoga prosesnya lancar dan melahirkan banyak kebaikan.”

Yang membuat saya angkat topi adalah kedua penulis ini sudah terbilang cukup senior di bidang kepenulisan. Yang satu mantan editor majalah wanita terkemuka di Indonesia serta kini menjadi penulis dan penerjemah lepas. Sungguh, ceritanya bagus sekali dan revisi yang saya lakukan pun tergolong ringan. Sedangkan penulis satunya baru-baru ini memenangkan lomba bergengsi yang diadakan penerbit besar di Indonesia. Kedua cerita mereka adalah favorit saya, dan sudah pasti, tidak memerlukan banyak penyuntingan.

Dari merekalah, saya belajar tentang kerendahan hati. Ibarat padi, semakin berisi, semakin merunduk. πŸ™‚

Advertisements

4 thoughts on “Belajar Tentang Kerendahan Hati

    1. selviya hanna Post author

      Bukan, Mbak. Itu dari internet, berhubung kalau yang dipajang gambar suntingan aslinya, ntar kebongkar deh naskah siapa, hehe πŸ™‚ Tapi untung Mbak Femmy tanyakan, karena aku lupa mencantumkan sumbernya πŸ™‚ Sudah kutambahkan keterangan di caption foto.

      Reply
      1. Femmy Syahrani

        Ooo… kirain contoh suntingannya. Tadinya agak bingung, contohnya formal banget, tapi artikelnya bercerita tentang naskah yang kayaknya berupa cerita yang mengalir. πŸ™‚

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s