didn’t stop to think

Saat menyunting buku non-fiksi, saya menemukan kalimat ini:

Of course he didn’t stop to think of what it would do to his precious chest

Setelah disunting, kalimatnya jadi begini:

Tentu saja ia tidak berhenti untuk memikirkan akibat ledakan itu pada dadanya yang berharga.“Sel,” panggil the big boss. “Rasanya kalimat ini agak aneh, deh. Maksudmu apa?” Saya pun menjelaskan konteks dan menunjukkan teks aslinya.

Sempat saya usulkan:

Tentu saja ia lupa memikirkan akibat ledakan itu pada dadanya yang berharga.

“Hmm,” timbrung koordinator saya. “Bagaimana kalau ‘Tentu saja ia tidak memikirkan terlebih dahulu akibat ledakan itu pada dadanya yang berharga?'”

Semuanya sepakat. 🙂

0 Replies to “didn’t stop to think”

  1. saya bukannya ngga setuju, cuman ga ngeh ajah :mrgreen:

    1. Hmm.. hmm.. gak ngehnya di mana nih? Aku juga gak ngeh 😛

      1. eh, gajadi.. sekarang udah ngeh kok
        salut deh buat ilmunya *hormat grak.. :mrgreen:

        1. Sip 🙂 Thanks 😀

Leave a Reply