didn’t stop to think

Saat menyunting buku non-fiksi, saya menemukan kalimat ini:

Of course he didn’t stop to think of what it would do to his precious chest

Setelah disunting, kalimatnya jadi begini:

Tentu saja ia tidak berhenti untuk memikirkan akibat ledakan itu pada dadanya yang berharga.“Sel,” panggil the big boss. “Rasanya kalimat ini agak aneh, deh. Maksudmu apa?” Saya pun menjelaskan konteks dan menunjukkan teks aslinya.

Sempat saya usulkan:

Tentu saja ia lupa memikirkan akibat ledakan itu pada dadanya yang berharga.

“Hmm,” timbrung koordinator saya. “Bagaimana kalau ‘Tentu saja ia tidak memikirkan terlebih dahulu akibat ledakan itu pada dadanya yang berharga?'”

Semuanya sepakat. šŸ™‚

Advertisements

4 thoughts on “didn’t stop to think

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s