Ketika Segala Sesuatu Tidak Berjalan Seperti yang Saya Mau

Seminggu kemarin ini, saya akui, penuh dengan gerutu dan air mata. Nyaris setiap hari, ada saja hal yang membuat saya khawatir dan lupa, bahwa ada Kuasa yang lebih besar dari setiap masalah saya dan menopang saya dengan setia. Mulai dari Mas Anto yang karena lecet bahunya tidak diperbolehkan ke mana-mana selama dua minggu ini (padahal kami ada janji testfood bersama panitia akhir bulan ini), konflik-konflik kecil yang berubah runyam, job di kantor yang terasa makin hectic, hingga klien yang sulitnya minta ampun dan meminta revisi seenaknya sendiri. Dari perspektif saya yang dangkal ini, seisi semesta seolah berkonspirasi melawan saya.

Namun kemudian saya teringat akan kutipan yang sering saya temukan dalam buku-buku John C. Maxwell – bunyinya kira-kira begini: “Apa yang terjadi di luar dirimu seharusnya tidak menentukan apa yang terjadi di dalam dirimu.” Ya, semua itu terjadi dan rasanya memang menyesakkan, tapi seharusnya, saya bisa mengendalikan perasaan dan pikiran saya.

Ditambah lagi, saat teduh saya bicara tentang penyertaan Tuhan yang tak pernah berkesudahan. Sedahsyat apa pun badai yang menghadang, tangan Tuhan pasti mampu membawa kita melewati semua itu. Sekelam apa pun lembah yang kita lalui, Firman Tuhan bagai pelita yang akan menerangi tiap jejak langkah kita. Apalagi, kalau dipikir-pikir, masalah yang saya alami toh bukanlah masalah terberat di dunia ini. Masih ada banyak orang yang bergumul dengan masalah yang jauh lebih runyam dan memilukan. Kalau yang saya alami baru segini, mengapa begitu sulit untuk bersyukur?

Mau bersungut-sungut sampai keluar sungut pun, keadaan mungkin tak akan berubah. Mungkin saya akan tetap berurusan dengan klien yang mencekno, tenggat waktu yang menghimpit, atau sakit penyakit yang memorakporandakan rencana saya. Lha, jika menggerutu dan mengeluh tidak dapat mengubah apa pun, kenapa saya terus melakukannya? Justru, perjalanan melintasi ‘lembah kekelaman’ itu akan terasa lebih ringan jika saya membawa rasa syukur di hati.

Karena itulah, saya harus terus menanamkan dalam hati bahwa di balik setiap kesulitan hidup, kebaikan Tuhan selalu ada. Saya hanya perlu mencarinya.

Advertisements

2 thoughts on “Ketika Segala Sesuatu Tidak Berjalan Seperti yang Saya Mau

  1. Stefanny Pynustan (@s_pynuz)

    “Sekelam apa pun lembah yang kita lalui, Firman Tuhan bagai pelita yang akan menerangi tiap jejak langkah kita…… Perjalanan melintasi ‘lembah kekelaman’ itu akan terasa lebih ringan jika saya membawa rasa syukur di hati.”<—-powerful! amin! 😀

    thanks for sharing kk, love you full! xoxo

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s