Satu-satunya kebebasan manusia …

Dalam hidup, kita selalu berusaha berkompromi. Dengan istri, dengan suami, dengan orang tua, dengan mertua, sesama besan. Satu-satunya yang utuh dan terus kita bentuk adalah kebebasan kita dalam melamun, dalam berimajinasi, dalam bermimpi.

— Arswendo Atmowiloto, Dewi Kawi, h. 76

Leave a Reply