Satu-satunya kebebasan manusia …

Dalam hidup, kita selalu berusaha berkompromi. Dengan istri, dengan suami, dengan orang tua, dengan mertua, sesama besan. Satu-satunya yang utuh dan terus kita bentuk adalah kebebasan kita dalam melamun, dalam berimajinasi, dalam bermimpi.

— Arswendo Atmowiloto, Dewi Kawi, h. 76

Published by Selviya Hanna

An editor, translator (Eng-Indo), and author who lives in Surabaya, East Java, Indonesia. Feel free to contact me if you need my services. Have a blessed day!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: