Kisah Menerjemahkan Cara Memaksimalkan Hidup Anda (Brian Houston)

20140310_103322

Judul: Cara Memaksimalkan Hidup Anda | Penulis: Brian Houston | Penerjemah: Selviya Hanna | Penerbit: Insight Unlimited | Tahun Terbit: 2014 | Tebal: 214 halaman

Tak disangka, buku ini akhirnya terbit juga! 🙂 Cara Memaksimalkan Hidup Anda yang berjudul asli How to Maximize Your Life ini ditulis oleh Brian Houston, gembala sidang dari Gereja Hillsong, gereja yang termasyhur seantero dunia dengan pelayanan praise & worship-nya yang memberkati jutaan orang. Bahkan, saat saya terjun ke pelayanan sewaktu SMU dan kuliah dulu, lagu-lagu Hillsong sangat menginspirasi saya. Karena itulah, ketika dipercaya oleh penerbit untuk menerjemahkan buku ini, saya senang bukan kepalang 🙂

Brian Houston, melalui buku ini, ingin mengajarkan tentang cara menjalani hidup yang diberkati. Namun, ia menegaskan, bahwa tujuan dari berkat Tuhan adalah untuk memampukan kita menjadi saluran berkat yang luar biasa bagi orang lain (h.21), bukan agar berkat itu berhenti pada diri kita. Mengupas tuntas teladan orang benar dari Mazmur 112–yang namanya tidak disebutkan namun hidup seturut prinsip-prinsip Alkitab dan, hasilnya, berkat Tuhan mewarnai setiap spektrum hidupnya–Cara Memaksimalkan Hidup Anda menyuguhkan artikel-artikel singkat yang mendalami setiap ayat dan menguak prinsip praktis yang terkandung di dalamnya.

Sejatinya berupa kompilasi dari lima buklet terpisah, buku ini membahas cara:

1. Menjalani kehidupan yang diberkati
2. Membangun hubungan yang luar biasa (persahabatan, perekanan, pernikahan, keluarga, relasi dengan Tuhan)
3. Berkembang dalam kehidupan.
4. Memilih dengan bijak.
5. Hidup sehat dan utuh (kesehatan, kesembuhan, keutuhan, kesejahteraan, keseimbangan).

Saya pribadi menikmati menerjemahkan (dan membaca ulang) buku ini. Cara Memaksimalkan Hidup Anda adalah bacaan yang bermutu, berdasar Firman Tuhan, dan–mengingat artikel-artikelnya yang ringkas namun bernas, sesuai bagi orang yang berjadwal padat namun ingin tetap bertumbuh dan belajar menjadikan Tuhan sebagai pusat hidupnya.

Berikut adalah beberapa kalimat yang saya nukil dari buku ini:

Sebagai Firman Tuhan kepada kita, Alkitab mengalirkan semua hikmat yang dibutuhkan untuk hidup sukses. Alkitab mengulas segalanya–dari kesehatan, keuangan, bisnis dan pekerjaan, relasi, pernikahan, dan pendidikan anak–apa pun yang ingin Anda ketahui. Berapa kali pun Anda membacanya, selalu ada penghayatan baru yang relevan dengan situasi apa pun yang Anda alami.

Ketika Tuhan menjadi pusat hidup Anda, segala sesuatunya mulai berubah menjadi lebih baik.

Semua orang ingin diberkati, tapi tidak semua orang siap hidup dengan kondisi atau prinsip yang mendatangkan berkat Tuhan. Hidup seturut dengan Firman Tuhan bukanlah proses pilah-pilah yang mengizinkan Anda memilih hidup seturut perintah tertentu dan mengabaikan yang lain.

Warisan terbaik yang bisa diteruskan kepada anak-cucu Anda kelak bukanlah rumah atau setumpuk uang. Warisan termulia adalah teladan hidup yang berhasil, agar mereka pun dapat membangun hidup di atas landasan yang telah Anda letakkan.

Maksud hati Anda akan terungkap jelas dari untuk apa Anda membelanjakan uang: kebenaran atau kecemaran.

Kita lebih senang mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang “memahami kita” atau “menerima kita apa adanya”, daripada menempatkan diri di dalam lingkungan yang menantang dan mengarahkan kita menuju jawaban.

Meskipun dunia sering kali berkutat dengan transaksi yang kejam dan tidak adil, anak Tuhan seharusnya bersikap adil dan menaruh belas kasihan dalam setiap transaksi mereka.

Keyakinan Anda akan terlihat saat masalah datang menggempur. Mudah untuk memuji Tuhan dan bicara positif saat segalanya baik-baik saja. Namun apa yang akan keluar dari bibir Anda saat menghadapi kemelut?

Kecemasan, kekhawatiran, dan rasa takut hanya akan merenggut iman dan harapan Anda.

Sebagian orang menjadi putus asa saat mereka tidak langsung melihat perubahan, padahal kesetiaan Tuhan tidak terbukti dalam hitungan minggu atau bulan. Banyak orang yang berpotensi besar malah merusak kesempatan mereka sendiri karena tidak cukup sabar untuk bertahan di masa-masa sulit.

Mudah saja untuk terjebak dalam stres dan tekanan pekerjaan, susah payah melunasi tagihan dan menafkahi keluarga Anda. Namun jika Anda berjiwa besar, Anda mulai berpikir untuk membagi-bagikan atau menolong hidup lebih banyak orang.

Jangan remehkan dampak kesehatan terhadap kualitas hidup. Ingat, Anda hidup untuk melayani Tuhan, dan kesehatan yang buruk dapat melemahkan daya Anda melakukannya.

Salah satu berkat terbesar dalam hidup ini adalah apa pun yang kita hadapi nantinya, kita tak pernah berjalan seorang diri.

Inspiratif, menegur, dan menguatkan, bukan? Saat menerjemahkannya pun, saya merasa diberkati. Dan saya yakin, Anda juga akan merasakan hal yang sama saat membaca buku ini. 🙂 Segera beli di toko buku terdekat atau di toko buku online benih.com.

Advertisements

7 thoughts on “Kisah Menerjemahkan Cara Memaksimalkan Hidup Anda (Brian Houston)

  1. hasannote

    Membacanya saja saya merasa sudah diberkati walau belum 100 persen. Apalagi, kalau ingat ungkapan ini,”Semua orang ingin diberkati, tapi tidak semua orang siap hidup dengan kondisi atau prinsip yang mendatangkan berkat Tuhan.”

    Reply
    1. selviya hanna Post author

      Terima kasih untuk komentarnya yang menyejukkan, Mas 🙂 Iya, betul, kadang kita maunya yang praktis dan serba-instan, padahal untuk sesuatu yang luar biasa dibutuhkan usaha yang luar biasa pula.

      Reply
      1. selviya hanna Post author

        Ini aslinya buku rohani, sih, mas. Diangkat dari bagian Alkitab juga. Namun memang ada bagian-bagian yang bakal menuai sepakat secara universal 🙂

  2. dearmarintan

    Hmm, bener nih, Mbak.. aku setuju dengan kalimat bahwa kita lebih senang mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang memahami atau menerima kita apa adanya.. padahal kalau mau maju dan bertumbuh dalam iman kan ga bisa begitu ya :-/ tapi emang susah banget sih… aku dua minggu lalu baru mulai baca buku nonfiksi rohani kristen juga, judulnya Devotional Ventures, mbak.. buku ini aku belum baca dan belum lihat di toko buku..nanti coba aku cari deh ya 🙂

    Thanks buat infonya, Mbak Selvi.. semoga sukses terus dalam karir dan pelayanannya 🙂

    Reply
    1. selviya hanna Post author

      Betul, kita memang cenderung untuk memilih yang nyaman, meskipun belum tentu baik bagi kita. Wah, silakan, Mbak. Aku tunggu masukannya nanti kalau sudah baca, ya 🙂 Mungkin buku rohani terjemahanku yang bisa kurekomendasikan selain judul ini adalah Not A Fan dari Kyle Idleman dan The Grace of God. Itu juga bagus-bagus. Semoga sukses juga ya Mbak, dalam karier dan pelayanannya 🙂

      Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s