Pizza Bayam Keju Ramah Deadline

C360_2014-05-04-11-41-53-466

Baca judulnya saja mungkin sudah bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan “ramah deadline”?

Sederhana, ini resep pizza yang pembuatannya tidak makan waktu lama dan tidak “buang-buang” tenaga karena pizza spesial ini tidak perlu diuleni. Tahu sendiri, kan, susahnya ulen-mengulen itu bagi newbie di dapur seperti saya. Dulu saya pernah nekad menguleni adonan roti kentang, dan butuh jam-jaman baru adonannya kalis. Meskipun hasilnya bisa dibilang gemilang dan suami rekues lagi, saya ogah memenuhi keinginannya karena gak kuat bok, keringat rasanya membanjir dari semua pori-pori. *Membayangkannya saja malas*

Akan tetapi, saat menerjemahkan artikel tentang Italia beberapa hari lalu, saya jadi kepingin bikin pizza (padahal di artikel sama sekali tidak disinggung tentang pizza, lho!). Sekitar bulan lalu saya pernah bikin pizza jagung manis dan tomat yang sausnya bikin sendiri *bangga*. Tapi, base rotinya beli yang instan di Superindo :p Namanya beli instan ya, pasti kurang memenuhi harapan. Rotinya kelewat garing dan menjurus keras hingga susah digigit. Untung saus dan toppingnya sedap 🙂

Nah, ujung-ujungnya berselancar di Google sambil bertanya-tanya, ada gak ya resep pizza yang rotinya tidak perlu diuleni? Oh, ternyata ada, saudara-saudara, banyak pula!

Setelah membanding-bandingkan resep dan mencari yang tersimpel, hati saya pun tertambat pada resep dari justtryandtaste.com. Berhubung toppingnya bernuansa daging dan kami sedang berkomitmen untuk lebih banyak mengonsumsi sayur-mayur dan produk nabati, saya coba kreasikan topping sendiri: bayam, bakso tahu, dan keju! Namun, untuk adonan roti dan sausnya, saya ikuti resep ini dengan agak patuh (ada sedikit yang dimodifikasi).

Berikut versi saya:

Bahan adonan pizza:

  • 180 ml air hangat (asli: 150 ml, saya tambahkan 30 ml)
  • 2 sdm minyak zaitun (asli: boleh pakai minyak sayur juga)
  • 1 sdt ragi instan (saya pakai Fermipan)
  • ½ sdt garam
  • 180 gr tepung terigu protein tinggi (asli: boleh pakai tepung terigu serba guna juga)

Bumbu saus:

  •  3 sdm saus spageti Del Monte
  • Oregano secukupnya (asli: seujung kuku mixed herbs atau Italian seasoning)
  • 1 sdm saus tomat botolan (saya pakai Indofood)

Topping:

  • Seikat bayam hijau segar. Saya rebus sebentar, tidak sampai semenit asal layu. Tiriskan. Peras airnya, lalu sisihkan.
  • ½ bawang bombay berukuran sedang, iris setipis mungkin
  • 4 buah bakso tahu berukuran sedang (saya beli di Superindo, sekotak isi 20 buah), dipotong tipis-tipis sesuai selera
  • Keju cheddar parut secukupnya (saya pakai merek Prochiz. kalau ini, sesuai selera saja)

Cara Membuat:

Siapkan adonan roti. Campur tepung terigu dengan garam, lantas masukkan ragi dan minyak zaitun. Masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan sendok kayu hingga tercampur sempurna. Lantas, tutup loyang atau mangkuk dengan kain. Diamkan di suhu ruangan (proofing) selama minimal 1 jam. Konon, makin lama didiamkan bakal makin sip citarasa rotinya. Jadi, sebetulnya bisa saja adonan ini dikerjakan di malam hari, dimasukkan ke kulkas dan dipanggang keesokan paginya untuk sarapan. Selama tidak lebih dari 7 jam, bakal enak-enak saja 🙂

C360_2014-05-04-10-45-30-694Sementara menunggu proofing, siapkan sausnya. Campurkan saus spageti, saus tomat, oregano, dan gula pasir. Sisihkan.

C360_2014-05-04-11-10-17-650
Lalu, siapkan bahan topping seperti keterangan di atas.

C360_2014-05-04-11-41-53-466

Ketika tiba saatnya, coba intip adonan pizza Anda. Sudahkah mengembang hingga dua kali lipat?

C360_2014-05-04-11-59-49-429Panaskan oven di suhu 200 derajat Celcius selama 10 menit (dalam kondisi kosong), dengan api atas dan api bawah menyala. Sembari itu, manfaatkan waktu Anda untuk mengoleskan saus. Sebelumnya, tata dan ratakan adonan roti di tray Anda. Tidak harus menggunakan tray khusus pizza. Saya, sih, pakai yang ada saja. Yang penting bersih J Setelah diratakan dengan tangan, olesi adonan dengan saus yang telah disiapkan. Gunakan bantuan sendok atau kuas.

C360_2014-05-04-12-06-47-769

Kalau sudah, sekarang mari kita menata toppingnya:

Pertama-tama bayamnya….

C360_2014-05-04-12-08-08-714

Lalu bawang bombay…

C360_2014-05-04-12-09-22-517

Kemudian bakso tahu dan keju cheddar. Sebetulnya bakal lebih enak kalau ditaburi keju mozarella yang cepat leleh itu, lho, biar ada sensasi lengket-lengketnya pas pizza ini matang. Tapi apa mau dikata, stoknya habis di tempat belanja. Jadi, saya berpuas saja dengan keju cheddar ini.

C360_2014-05-04-12-12-00-280

Kalau oven Anda sudah berdenting tanda 10 menit telah usai, masukkan tray pizza Anda ke dalam oven. Lantas set timer hingga 20-30 menit, dan sambil menunggu oven menunaikan tugasnya, berleha-lehalah

Voila, pizza bayam-keju ini sudah matang!

wpid-c360_2014-05-04-12-37-35-203.jpg

Karena pada dasarnya resepnya memang jempolan, pizza vegetarian ini pun sukses jadi favorit saya dan suami J Bahkan, suami berkomentar, “Enakan pizza ini ya daripada pizza veggienya Pizza Hut.” Mengenai toppingnya, Anda sangat dibebaskan untuk berkreasi. Besok-besok saya mau nyobain topping jagung manis pipil, tomat, terung, tauge (sekulkas dimasukkin semua XD).

Namun yang terpenting, seperti yang saya bilang di atas, resep panganan ini sangat ramah deadline. Mau tahu, tidak, kalkulasi waktu yang saya habiskan untuk mengolah pizza ini?

Mencampur adonan roti: 5 menit
Menunggu proofing: 1 jam (yang diisi nyampurin saus selama 3 menit dan nyiapin topping selama 10 menit; sisanya bebas mau diisi apa)
Mengoleskan saus dan menata topping: 10 menit (sekalian nungguin oven dipanaskan)
Memanggang pizza di oven: 20 menit
Menandaskan pizza berdua: 5 menit (pas lagi lapar-laparnya :p)

Sekarang, tak ada lagi alasan terlalu sibuk untuk membuat pizza sendiri 😀

C360_2014-05-04-12-41-32-277

Happy customer 🙂

 

Advertisements

6 thoughts on “Pizza Bayam Keju Ramah Deadline

    1. Selviya Hanna Post author

      Yes, jamur champignon segar enak, Mbak. Aku pernah nyobain naruh jamur di percobaan sebelumnya yang pakai pizza-base instan. Intinya apa pun bisa jadi topping. Tapi kalau yang kadar airnya tinggi perlu ditumis dulu biar nanti rotinya bisa ngembang sempurna. Hayuk dicoba, nanti kabari ya kalau sudah jadi pizzanya 😀

      Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s