Terjemahanku di National Geographic Traveler Mei 2014

10247467_714413858597357_927395043379504615_n

Jikalau di edisi National Geographic Traveler (NGT) sebelumnya saya didaulat menerjemahkan artikel tentang Surga yang Hilang di China, dengan kentalnya nuansa eksotisme dan mistik di kawasan Yunnan yang bergunung-gunung, di edisi NGT Mei 2014 saya “berjalan-jalan” ke kota yang lebih modern dan futuristik.

Kopenhagen, Denmark. Negeri yang lekat dengan kenangan masa kecil saya yang diwarnai dongeng-dongeng karangan Hans Christian Andersen. Lahir di Odense, Denmark dan tutup usia di Kopenhagen, dari tangannya mewujud cerita-cerita nan membekas. Sebut saja Gadis Penjual Korek Api, Ratu Salju, Thumbelina, Itik Buruk Rupa, dan Putri Duyung, yang patung-patungnya banyak menghiasi sudut kota Kopenhagen.

C360_2014-05-04-17-04-59-170

Tak heran bila saya agak terkejut saat menjumpai Kopenhagen yang diceritakan dalam Denmark Modern karya Bruce Schoenfeld ini justru sangat mutakhir. Bahkan, nama pendongeng favorit saya itu tidak satu kali pun muncul di sini. Namun, daya cipta yang menguar dari karya-karya Andersen, juga bisa ditemui dalam keunikan kuliner, arsitektur, dan relung falsafah yang mewarnai keseharian mereka.

“Mulai inovasi boga, rancang furnitur, hingga teknologi tinggi, warga Denmark agaknya punya berjuta cara imajinatif untuk mengawinkan hasrat seni dengan beragam disiplin ilmu. Kopenhagen punya segudang iming-iming tradisional—jalanan bata merah, gedung-gedung berdinding tebal, perahu kanal nan usang—dan ketegaran solid khas Eropa utara yang meruah di mana-mana. Namun, ramuan daya cipta dan artistiknya yang bergelora menyebabkan Kopenhagen seolah sepuluh tahun mendahului tempat mana pun—bak kota masa depan.”

Namun, satu hal yang menurut saya perlu digarisbawahi adalah, meski orang Denmark kreatif, mereka punya etos kerja yang unik. Simaklah kisah tentang Salto & Sigsgaard, yang jadi selebritas gara-gara memenangi kompetisi yang digelar Danish Arts Foundation untuk menggantikan mebel kreasi Finn Juhl untuk gedung PBB di New York. Mereka mengaku lebih senang menunggu hingga tantangan desain mengemuka, baru merancang dan membuat mebel. Semua ini tak lepas dari falsafah yang bersemayam dalam relung hati warga Denmark: miljovenlig atau mengayomi alam.

“Cara paling berkelanjutan ialah berhenti membuat perabot baru,” Sigsgaard menjelaskan. “Cara terbaik kedua adalah merancang sesuatu yang ampuh menjawab masalah yang belum teratasi.” Dia menunjuk kursi bak karya seni pahat di depannya—artistik tetapi jugaberfungsi lebih. “Itulah yang berusaha kami kerjakan selama ini,” pungkasnya.

Saya pribadi belajar banyak dari artikel ini. Misalnya dari kutipan seorang narasumber:

“Kalau hanya demi uang, saya dan Thomas pasti dinilai gagal. Tapi tak pernah satu hari pun, semenjak kami memulai ini, saya mengeluh, ‘Duh, kerja lagi, kerja lagi.’ Itu, bagi kami, jauh lebih berharga dibanding uang.”

Pendek kata, selama beberapa bulan saya menerjemahkan untuk NGT Indonesia, inilah artikel yang paling saya nikmati, baik saat menerjemahkan maupun saat membacanya. Bahasannya menarik, sangat ilhami, juga seakan menegur kita agar lebih mafhum dengan posisi kita di jagat raya ini—seperti warga Denmark. Sungguh, saya jadi kepingin pindah ke Kopenhagen.

Nah, yang saya ceritakan di sini hanya sebagian kecilnya, lho. Silakan beli NGT Mei 2014 untuk pijar-pijar inspirasi seutuhnya. 🙂

C360_2014-05-04-17-02-16-140

Selain artikel fitur ini, terjemahan saya yang juga dimuat di edisi ini adalah Persinggahan Sempurna, mengulas 12 bandara terbaik di dunia dan apa saja yang bisa dilakukan: menelusuri bandara atau menjelajah kota. Bandara apa saja yang diangkat? Ada bandara New York, Dubai, London, Singapura, Seoul, San Fransisco, Sidney, Munich, Johannesburg, Hong Kong, Amsterdam, dan Lima. Jadi, yang berencana pelesir ke luar negeri dan bakal nyangkut di bandara-bandara tersebut, yuk beli NGT edisi Mei 2014 biar tidak mati gaya di sana. Kalau favorit saya, sih, di Changi, Singapura, lantaran ada taman kupu-kupu yang cantik. Di peringkat kedua, Incheon Seoul, karena ada kedai bibimbap yang enak dan bisa belajar membuat kotak pensil, kipas, dan “kantung keberuntungan” di Traditional Korean Cultural Experience.

Namun bukan hanya dua fitur di atas yang saya terjemahin, lho. Ada juga artikel-artikel pendek berjudul Sangkala Baru di Johannesburg (h. 26-27), Demi Pengakuan (h. 28-29), dan Hidangan Klasik Fez (h. 30).

C360_2014-05-04-17-03-04-248Dan, ya, ada penawaran menarik khusus bagi Anda yang ingin berlangganan National Geographic Traveler Indonesia mulai bulan Mei 2014:

10155876_714413935264016_6429726607784766925_n

Buruan berlangganan NGT! 😀

Advertisements

9 thoughts on “Terjemahanku di National Geographic Traveler Mei 2014

  1. rumahmemez

    Salam kenal, menarik banget Mak, langsung meluncur ke loper koran deh untuk beli majalahnya.

    Reply
  2. OPhi Ziadah

    ngubek-ngubek seharian nyari si lil mermaid di bawah rintik hujan gak ketemu2, eh tepatnya gak nyampe2… untungnya sepanjang jalanannya menuju ke sana… kami bener2 menimati copenhagen. sayangnya cuma ada waktu sehari. tapi saya setuju bahwa org denmark ini kreatif. yg unik diantaranya saya ketemu semacam patung anjing tapi dari bahan kaleng yang diikatkan di pagar pinggir sungai, di dalam sungainya ada patung2 dengan kisah tertentu. lucu dan kreatif, sungainya bersih dan jd andalan wisata juga. keren

    Reply
    1. Selviya Hanna Post author

      Hihihi, mungkin little mermaidnya lagi bermain di kerajaan bawah laut, mak Ophi 🙂 wah, asyik ya sudah menginjakkan kaki langsung di Kopenhagen 😀

      Reply
  3. istiadzah

    salam kenal ya mak. baru pertama kali berkunjung, nih.
    jadi kepengen langganan, deh, gara-gara baca postinganmu. seneng baca2 n liat foto2 travelling. :)))

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s