Meresensi Buku untuk Media Massa (dan Dapat Buku Gratis dari Penerbit)

Bayangkan rak-rak buku dari kayu bernuansa rustik menjulang dari dasar lantai ke langit-langit, menutupi sisi-sisi ruang tamu ataupun ruang kerja di rumah. Dan ada ambalan-ambalan sederhana yang tersebar di kamar mandi, beranda belakang, bahkan dapur; di atasnya, tertata rapi buku teman bersantai ataupun berkarya. Itulah gambaran saya akan rumah yang sempurna. Kira-kira seperti gambar di atas.

Tapi, koleksinya harus bejibun dulu, betul?

Tapi, tapi, harga buku sekarang mahal sekali. Apalagi buku terjemahan. Seorang teman penerjemah bahkan pernah membahas sebab-musabab melangitnya harga buku di sini dan di situ.

Karena itu, di awal tahun 2014 ini, saya memutuskan untuk belajar jadi resensor di media. Motivasinya: biar dapat buku gratis dari penerbit. Dan, kalau dapat honor pemuatan, bisa dipakai untuk beli buku lagi. Selain itu, kalau buku yang diresensi punya eksposur bagus di masyarakat gara-gara dimuat di media massa, yang mendulang manfaat juga penulis dan penerbitnya, kan?

Jadi, saya pun memilih satu buku yang menurut saya menarik: Daya: Kisah Inspiratif Berdayakan Indonesia terbitan Penerbit Buku Kompas. Lumayan, nih, pikir saya. Saya suka kisah inspiratif dan harganya pun tidak begitu mahal. Begitu rampung resensinya, langsung saya layangkan ke redaksi Koran Jakarta, yang menurut mahajana Google, memuat resensi buku hampir setiap hari. Mengenai syarat dan karakter resensinya, saya baca di artikel Mbak Haya Aliya Zaki.

Puji Tuhan, di hari ulang tahun saya, 14 April, resensi tersebut dimuat di Koran Jakarta 🙂 Meskipun ada kesalahan salin-rekat sehingga bagian pembukanya diawali dengan kalimat yang keliru (semestinya dimulai dari “Ketika krisis perekonomian melanda Indonesia pada 1998…”), saya tetap saja dilanda euforia.

2014-05-03-22-36-59

Nah, sekarang sudah punya modal untuk malakminta buku gratis ke penerbit, kan?

Saya sapa Penerbit Buku Kompas melalui akun Facebook dan Twitternya, sambil menyertakan link resensi tersebut di Koran Jakarta dan di blog saya. Tak lupa, saya sertakan juga beberapa opsi judul buku mereka yang menarik hati, sebagai apresiasi.

Dua minggu kemudian, sampailah buku ini ke rumah saya, disertai “surat cinta” dari penerbit:

C360_2014-05-01-16-39-21-021

Stalking Indonesia karya Margareta Astaman, dengan koper kuning kunyitnya dan judul yang mengundang rasa ingin tahu. Semoga resensi yang sedang saya siapkan ini akan menemukan jodohnya di media massa (dan bisa minta apresiasi buku lagi, hihihi :p)

Jika Anda juga maniak membaca seperti saya, dan tertarik untuk belajar meresensi buku (dan dapat buku gratis), timbalah ilmu dari Mas Untung Wahyudi, seorang resensor senior yang sudah malang-melintang di dunia persilatan, eh, resensi buku. Ulasan beliau sudah menghiasi hampir semua media massa di Indonesia, dan semuanya terarsip rapi dalam blognya. Di sana beliau juga pernah membagikan tips-tips menulis resensi. Saya sendiri, memetik pelajaran dari tulisan-tulisan di sana. 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Meresensi Buku untuk Media Massa (dan Dapat Buku Gratis dari Penerbit)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s