Category Archives: Book Quotation

Enam Kebiasaan Harian Seorang Seniman

source: 1.bp.blogspot.com

Duduklah sendirian; duduklah dalam diam.

Pelajari sesuatu yang baru, meski tanpa manfaat praktis yang nyata.

Mintalah masukan yang terus terang dari orang per orang; abaikan masukan massa.

Sediakan waktu untuk menyemangati seniman lainnya.

Jadilah pengajar, dengan tujuan membuat perubahan.

Jual sesuatu yang Anda ciptakan.

(Dikutip dari The Icarus Deception karya Seth Godin, buku terjemahan saya yang tak lama lagi akan terbit) 🙂

Advertisements

Salah satu hal yang saya pelajari adalah kehidupan sering mengabulkan apa yang Anda minta. Jika Anda mengharapkan yang buruk, itulah yang akan Anda dapatkan. Jika Anda mengharapkan yang baik, kemungkinan besar Anda akan mendapatkannya.

Saya tidak tahu mengapa demikian, tetapi begitulah adanya. Jika Anda tidak percaya, coba saja. Selama tiga puluh hari ini, harapkanlah hanya yang baik-baik saja: tempat parkir terbaik, meja terbaik di restoran, interaksi terbaik dengan klien, pelayanan terbaik dari orang yang melayani Anda. Anda akan terkejut dengan hasil yang Anda tuai, apalagi jika Anda juga memberikan yang terbaik kepada orang lain setiap saat.

 

#nukilah dari naskah yang sedang disunting 🙂

“Kalau Saja” versus “Lain Kali”

4b18550a3a4095729f9d3285e7764e7a

Seorang psikiater ternama pernah berkata bahwa dua kata paling menyedihkan dalam kosa kata manusia adalah “kalau saja”. Dia yakin bahwa orang yang terjebak dalam kegagalan menghabiskan seluruh hidupnya dengan berkata “kalau saja – kalau saja saya berusaha lebih keras, kalau saja saya lebih baik kepada anak-anak saya, kalau saja saya lebih jujur, kalau saja . . .”

Cara membenahi pola pikir seperti itu adalah mengubah kosa kata Anda dan menggantinya dengan kata “lain kali” – “lain kali saya akan berusaha lebih keras, lain kali saya akan bersikap lebih lembut pada anak-anak saya, lain kali saya akan lebih jujur.”

Kegagalan bukanlah kegagalan kalau Anda memperbaikinya di lain kesempatan.

I Would Be True — Howard A. Walter

dokumen pribadi

dokumen pribadi

Aku akan jujur, karena ada yang memercayaiku.
Aku akan tulus, karena ada yang peduli padaku.
Aku akan kuat, karena ada banyak nestapa.
Aku akan tabah, karena ada banyak tantangan.
Aku akan menjadi kawan bagi semua orang
— bagi musuh atau yang tak berteman.
Aku akan memberi dan melupakan pemberianku.
Aku akan sederhana, karena aku tahu kelemahanku.
Aku akan berbahagia, tertawa, mencintai, dan mendukung.

— Howard A. Walter —

(Saya menemukan nukilan puisi ini di naskah yang sedang disunting, dan langsung jatuh cinta. Untuk teks asli dan lengkapnya, klik di sini.)

Bahagiaku, Mungkin Bukan Bahagiamu

Ia merasa bahagia. Ia telah menemukan apa yang membuatnya senang. Dan ia benar-benar bahagia. Ia tidak peduli apakah orang lain mengerti. Tidak masalah jika orang lain tidak menemukan kebahagiaan dalam pencariannya. Kebahagiaan ini untuknya. Untuk orang lain, kebahagiaan itu bisa jadi berbeda. Dan ia sama sekali tidak bermasalah dengan itu.

Menemukan kutipan di atas dalam naskah yang saya sunting, I Moved Your Cheese, h. 45, naskah suntingan. Self-reminder: jangan sampai saya memaksakan standar kebahagiaan saya pada orang lain. Setiap orang punya kebahagiaannya sendiri-sendiri. 🙂