Category Archives: Writing on mass media

Meresensi Buku untuk Media Massa (dan Dapat Buku Gratis dari Penerbit)

Bayangkan rak-rak buku dari kayu bernuansa rustik menjulang dari dasar lantai ke langit-langit, menutupi sisi-sisi ruang tamu ataupun ruang kerja di rumah. Dan ada ambalan-ambalan sederhana yang tersebar di kamar mandi, beranda belakang, bahkan dapur; di atasnya, tertata rapi buku teman bersantai ataupun berkarya. Itulah gambaran saya akan rumah yang sempurna. Kira-kira seperti gambar di atas.

Tapi, koleksinya harus bejibun dulu, betul?

Tapi, tapi, harga buku sekarang mahal sekali. Apalagi buku terjemahan. Seorang teman penerjemah bahkan pernah membahas sebab-musabab melangitnya harga buku di sini dan di situ.

Karena itu, di awal tahun 2014 ini, saya memutuskan untuk belajar jadi resensor di media. Motivasinya: biar dapat buku gratis dari penerbit. Dan, kalau dapat honor pemuatan, bisa dipakai untuk beli buku lagi. Selain itu, kalau buku yang diresensi punya eksposur bagus di masyarakat gara-gara dimuat di media massa, yang mendulang manfaat juga penulis dan penerbitnya, kan? Continue reading

Advertisements

Resensi Daya: Kisah Inspiratif Dayakan Indonesia [Koran Jakarta, 14 April 2014]

Cover Daya Kisah Inspiratif untuk Dayakan Indonesia_Selviya Hanna

Judul: Daya, Kisah Inspiratif untuk Dayakan Indonesia | Penulis: Her Suganda & Dedy Pristiwanto | Penerbit: Kompas Penerbit Buku | Terbit: I, 2014 | Harga:  Rp. 49.000 | Tebal: 210 hlm | ISBN: 978-979-709-797-4

Ketika krisis moneter melanda perekonomian Indonesia pada 1998, pengusaha kecil sebangsa pedagang kaki lima dan UKM berdiri paling kukuh. Mereka seakan tak tersentuh krisis, padahal perusahaan besar bangkrut berjemaah dan jutaan karyawan kehilangan pekerjaan. Potensi mereka besar tapi sayangnya kurang dukungan.

Modal usaha, misalnya, menjadi kendala utama pengusaha kecil. Contohnya Rokhana dari Trusmi, sentra batik Cirebon. Menekuni usaha batiknya selama 19 tahun, ia berusaha lepas dari dominasi pengusaha batik bermodal kuat. Selain Rokhana, banyak sekali wiraswasta yang bergelut dengan kerasnya persaingan dan pesimisme keluarga ataupun lingkungan. Namun, tariklah benang merah di antara mereka yang berhasil dan Anda akan menemukan ini: keuletan, dan kepedulian untuk mengajak bangkit orang lain. Continue reading