Category Archives: Editing

The Magic of Thinking Big (2014)

cover-thinking-big

Judul: The Magic of Thinking Big | Penulis: David Schwartz | Penerjemah: Andi Wahyu| Penyunting: Selviya Hanna |
Penerbit: MIC Publishing

Jangan biarkan pemikiran yang salah menyetir hidup Anda karena, menurut David Schwartz, Anda adalah buah dari pola pikir kita. Dalam mahakarya yang ada di tangan Anda ini, David membeberkan berbagai ide praktis sekaligus realistis, juga teknik dan prinsip yang memungkinkan Anda memanfaatkan kekuatan berpikir besar guna meraih kesuksesan, kebahagiaan, dan kepuasan yang Anda dambakan.

Melalui hikmat dan pesan inspiratif yang termuat dalam The Magic of Thinking Big, pelajarilah cara agar Anda mampu: Continue reading

The Ice Cream Maker (2014)

icecreammaker-650x976

Judul: The Ice Cream Maker | Penulis: Subir Chowdury | Penerjemah: Prisca Primasari| Penyunting: Selviya Hanna | Penerbit: MIC Publishing

Tak bisa dipungkiri, kualitas adalah bumbu terpenting dari kesuksesan bisnis, apa pun bidang yang digelutinya. Namun, sayangnya, bumbu terpenting ini kerap kali dikorbankan karena biayanya lebih mahal dan karena kita lebih senang berpuas diri dengan apa yang ada sekarang: produk dan jasa yang biasa-biasa saja, bahkan buruk. Kita menolerir kesalahan-kesalahan kecil, padahal seperti yang ditegaskan Subir Chowdury dalam kisah inspiratif ini, “kualitas yang buruk itu kasat mata, dan efeknya akan memangkas uangmu, pelangganmu, dan kesuksesan bisnismu.” Continue reading

Pertimbangan Editor dalam Memilih Penerjemah

credit: prozcomblog.com

Karena sering ditanyai via personal message mengenai pertimbangan editor dalam memilih penerjemah, amannya saya tuliskan di sini saja agar terdokumentasi dengan rapi (alasan sebenarnya, sih, malas ngetik berulang-ulang :p)

Pertimbangan saya dalam memilih penerjemah: 1. Gaya bahasa yang sejalan. 2. Akurasi dalam menerjemahkan. Idealnya dapat penerjemah yang bagus di kedua unsur tersebut — itu impian semua editor. Tetapi, kalau diharuskan memilih, saya lebih memilih yang pertama.

Hingga saat ini saya masih mereview setiap terjemahan yang masuk, membandingkannya dengan teks sumber, kalimat per kalimat. Saat menemukan terjemahan yang maknanya agak melenceng, bisa langsung saya betulkan dengan sumber yang valid (kamus, ensiklopedi, dll). Tapi kalau menemukan terjemahan yang gaya bahasanya amat berbeda dengan saya (mungkin terlalu kaku, terlalu miskin diksi, atau terlalu berpanjang kata menurut selera saya), saya harus bekerja keras memoles kalimat dan memikirkan diksi yang lebih tepat.
Continue reading

The problem for …

Teks sumber:
The problem for most people isn’t the odds. It’s that they sell themselves too short.

Terjemahan:
Permasalahan bagi sebagian besar orang bukanlah rintangannya. Permasalahannya adalah mereka terlalu merendahkan diri sendiri.

Suntingan:
Biasanya, bukan rintangan itu yang menjadi masalah, melainkan kecenderungan kita untuk merendahkan diri sendiri.

engage in self-sabotaging behaviors

Teks Sumber:

It’s hard to put failure in the right perspective if you are continuing to engage in self-sabotaging behaviors.

Terjemahan:

Memandang kegagalan dengan benar itu sulit jika Anda terus menyabotase sendiri perilaku Anda.

Suntingan:

Memandang kegagalan dengan benar itu sulit jika Anda terus merusak diri Anda dengan perilaku yang salah.

I Would Be True — Howard A. Walter

dokumen pribadi

dokumen pribadi

Aku akan jujur, karena ada yang memercayaiku.
Aku akan tulus, karena ada yang peduli padaku.
Aku akan kuat, karena ada banyak nestapa.
Aku akan tabah, karena ada banyak tantangan.
Aku akan menjadi kawan bagi semua orang
— bagi musuh atau yang tak berteman.
Aku akan memberi dan melupakan pemberianku.
Aku akan sederhana, karena aku tahu kelemahanku.
Aku akan berbahagia, tertawa, mencintai, dan mendukung.

— Howard A. Walter —

(Saya menemukan nukilan puisi ini di naskah yang sedang disunting, dan langsung jatuh cinta. Untuk teks asli dan lengkapnya, klik di sini.)

Bahagiaku, Mungkin Bukan Bahagiamu

Ia merasa bahagia. Ia telah menemukan apa yang membuatnya senang. Dan ia benar-benar bahagia. Ia tidak peduli apakah orang lain mengerti. Tidak masalah jika orang lain tidak menemukan kebahagiaan dalam pencariannya. Kebahagiaan ini untuknya. Untuk orang lain, kebahagiaan itu bisa jadi berbeda. Dan ia sama sekali tidak bermasalah dengan itu.

Menemukan kutipan di atas dalam naskah yang saya sunting, I Moved Your Cheese, h. 45, naskah suntingan. Self-reminder: jangan sampai saya memaksakan standar kebahagiaan saya pada orang lain. Setiap orang punya kebahagiaannya sendiri-sendiri. 🙂