Ketika Menerima Order Terjemahan Dengan Genre Yang Sama Sekali Berbeda

Mungkin saya tergolong mujur, karena meski pengalaman menerjemahkan saya belum bisa dibilang lama, saya sudah mencicipi beberapa genre yang berlainan. Apalagi jika tes awal penerjemah pun turut dihitung. Pernah, di awal kerja sama dengan suatu penerbit, materi tes saya diambilkan dari cerpen klasik yang jelimetnya minta ampun. Eh, setelah sungguhan diorder, saya justru dapat naskahContinue reading “Ketika Menerima Order Terjemahan Dengan Genre Yang Sama Sekali Berbeda”

Perlukah Tahapan Review Dalam Menyunting Terjemahan?

Biasanya, dalam penerbit-penerbit besar yang dituntut menerbitkan buku sekian judul per bulan, ada orang yang khusus bertugas mereview hasil terjemahan dari penerjemah. Jadi, hasil terjemahannya ‘diperiksa’ kesesuaian atau kesetiaannya pada naskah sumber dulu, baru diserahkan ke penyunting. Tentu ini sangat memudahkan penyunting, karena ia bisa berfokus untuk memperhalus bahasa. Setahu saya, penerbit luar negeri punContinue reading “Perlukah Tahapan Review Dalam Menyunting Terjemahan?”

Jauhkan Kata Ganti Orang Yang Sama

Di awal-awal saya menjadi editor buku terjemahan, koordinator saya berpesan, “Sel, kalau kamu nemu dua kata ganti orang yang sama dempet-dempetan dalam satu kalimat, usahakan membolak-balik kalimat supaya kata ganti orangnya berjauhan. Kesannya lebih luwes dan rapi.” Sejak saat itu, setiap saya menemukan dua kata ganti orang yang sama lagi ‘pacaran’ dalam satu kalimat, tanpaContinue reading “Jauhkan Kata Ganti Orang Yang Sama”

seeing (something) works wonder

Dulu, ketika menerjemahkan novel yang sangat kontemporer, saya menemukan kalimat seperti ini: The flowers were crushed and already wilted, but there is something about flowers and women. Somehow, seeing these reproductive tools of plant-life works wonder. Awalnya saya terjemahkan: Bunga-bunga itu sudah remuk dan layu, tetapi ada sesuatu mengenai bunga dan wanita. Entah kenapa, melihatContinue reading “seeing (something) works wonder”

Mengubah Perspektif Demi Keluwesan Terjemahan

Setiap penerbit pasti punya kebijakan tersendiri menyangkut penerjemahan dan penyuntingan. Ada penerbit yang cukup saklek; buku-buku yang diterjemahkannya harus sesetia mungkin pada struktur kalimat bahasa sumber dan sebisa mungkin tidak mengurangi atau menambahkan satu pun kata. Namun ada juga penerbit yang berpihak pada keterbacaan. Merombak kalimat, bahkan menambah atau mengurangi kata dirasa sah-sah saja, selamaContinue reading “Mengubah Perspektif Demi Keluwesan Terjemahan”

one thing … and another

Saya menemukan bentuk kalimat seperti ini dalam naskah yang sedang disunting: Teks asli: He then lays hold of forgiveness by acknowledging his guilt, recognizing his sin and not blaming God. Forgiveness is one thing; however, overcoming sin is another. Terjemahan awal: Dengan mengakui kesalahan dan dosanya, serta berhenti menyalahkan Tuhan, dia pun diampuni. Namun menerimaContinue reading “one thing … and another”

say whatever you want

Sedikit cuplikan dari novel yang pernah saya garap: “Let me get this straight. You can say whatever you ant, but I’ve gotta behave?” Awalnya saya terjemahkan menjadi: “Biar kuperjelas ini. Kau boleh mengatakan apa pun yang kau mau, tapi aku harus menjaga sikap?” Tapi karena dirasa terlalu kaku untuk novel young-adult, saya perhalus menjadi: “BiarContinue reading “say whatever you want”

Satu Yang Menjadi Dua

Satu lagi cuplikan dari novel young-adult yang belum lama ini saya tangani: “People make promises all the time they don’t intend to keep.” Just like she’d promised to quit smoking and drinking and hooking up with men. Promises run cheap in our dysfunctional family. Ini hasil terjemahan awal saya: “Orang-orang terus membuat janji yang tidakContinue reading “Satu Yang Menjadi Dua”

“for … to” yang bukan “bagi … untuk”

Saya menemukan ini dalam naskah yang sedang saya sunting. Teks asli: Fortune magazine editor at large Carol Loomis asked Buffett if it wasn’t “somewhat ironic for the secondrichest man in the world to be giving untold billions to the first-richest man”? Terjemahan Awal: Editor majalah Fortune, Carol Loomis menanyai Buffett, bukankah “agak ironis bagi orangContinue reading ““for … to” yang bukan “bagi … untuk””

Saat Jemu Berkarya …

Strategi pertama: pergi ke toko buku. Dijamin, melihat buku kita berjejer dengan manis di rak toko buku bersama buku karya tulisan, terjemahan, dan suntingan teman-teman pasti kembali mengobarkan semangat. Strategi kedua: lupakan karya sejenak dan lakukan aktivitas yang tak berkaitan, misalnya berburu obral baju, jalan-jalan ke gunung, touring bareng teman-teman, wisata kuliner — pokoknya bersenang-senang!