Category Archives: Books & Writing

Kalau Belum Mengerahkan Segenap Daya, Jangan Berhenti

Image

gambar dipinjam dari ridhoadhie.wordpress.com.

Sore itu, tak banyak pengunjung yang hilir-mudik menyusuri lorong-lorong toko buku diskon tersebut. Seorang lelaki berseragam tengah duduk di balik meja komputer penelusur buku, menyapa tamu-tamu yang baru berdatangan.

Saya meraih sebuah novel dan mendekati lelaki itu. “Mas, novel yang serial ini tapi edisi sebelumnya ada?”

Diamatinya buku itu sejenak. “Sepertinya ada, Mbak. Yang warnanya hijau pupus itu, kan?

Saya mengangguk mengiyakan.

“Saya cek dulu, ya, ke gudang.”

Lelaki itu pun naik ke lantai dua dan tak lama kemudian turun kembali, namun tanpa buku yang dimaksud. Dia malah menggeret tangga lipat dan menjejakkannya dengan mantap di depan lemari buku yang menjulang. Pencarian pun dimulai. Continue reading

Membuat Sendiri Book Trailer di Animoto.com

Sebagai penulis ataupun pekarya dalam dunia penerbitan buku, mau tidak mau kita perlu mempromosikan karya atau setidaknya woro-woro. Dengan maraknya jejaring sosial dan layanan blog, promosi online jadi lebih mudah dan menyenangkan.

Nah, kali ini saya ingin membagikan tips yang baru saja didapat kemarin saat ingin membuat video promosi buku atau istilah kerennya, book trailer. Berkat rekomendasi seorang teman yang cukup paham IT, saya pun meluncur ke situs animoto.com. Continue reading

Mengatasi Writer’s Block dengan Terus Menulis

Dengan pena di tangan atau laptop di pangkuan, Anda duduk di sana. Dan semua yang bisa Anda lakukan adalah menatap kertas atau layar kosong di depan Anda. Anda ingin mengetik dan menuliskan untaian kata sederas air terjun atau semulus jalan tol. Tapi Anda tidak bisa, Anda tahu Anda tidak bisa, karena Anda mengalami apa yang dinamakan writer’s block.

Writer’s block bukanlah sebuah penyakit khusus atau sebuah kejadian langka. Hal ini terjadi pada setiap penulis, dan biasanya kerap kali terjadi. Saya pun pernah mengalaminya, dan belajar dari pengalaman, hanya ada satu obat untuk mengatasi writer’s block… yaitu terus menulis. Memang benar, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menginspirasi diri sendiri. Anda bisa pergi ke tempat-tempat umum dan mengamati tingkah laku orang-orang. Anda juga bisa pergi ke alam dan membiarkan keindahan alam sekitar membangkitkan pijar-pijar gagasan Anda. Anda pun bisa membaca buku baru dan membuat catatan-catatan. Namun kenyataannya, hingga Anda benar-benar menaruh pena di atas kertas atau menarikan jemari di atas keyboard dan mulai menulis, writer’s block Anda tidak akan “sembuh”. Jadi, Anda harus menulis. Anda harus menulis. Anda tidak bisa tidak menulis. Continue reading

GRAMEDIA VERSUS TOGAMAS

Sebagai seorang booklover dan book-creator, dalam seminggu saya bisa ke toko buku minimal 2 kali. Dan sekali berkunjung, minimal 2 toko buku untuk pembandingan. Sembari mencari yang saya inginkan, yaitu fasilitas baca gratis dan belajar (kalau pas lagi gak ada uang) dan menggali gagasan untuk buku atau cerita anak, saya turut mengamati perbedaan yang ada, baik dari segi kelengkapan buku, cara display, sampai public servicenya. Haha, yang akan saya bandingkan di sini adalah Gramedia dan Togamas, karena saya sering berkunjung ke sana.

Continue reading

BOOKS: THE IGNORED TREASURE

Henry David Thoreau pernah berkata, ”Books are the treasured wealth of the world and the fit inheritance of generations and nations.” Begitu pentingnya peran sebuah buku, maka di dalam tradisi orang Yahudi, misalnya, anak-anaknya diwajibkan untuk bertekun membaca dan mempelajari Taurat sejak dini. Bahkan buku pun dapat berperan sebagai trigger bagi sebuah masyarakat untuk melesat maju dan meninggalkan keterpurukan. Contohnya adalah Jepang, masyarakat yang terkenal memiliki mental pembelajar. Pasca-insiden bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, pemerintah Jepang menyediakan literatur-literatur dengan harga yang sangat murah. Buahnya terlihat sekarang, Jepang menjadi leading country di Asia dalam bidang sains dan teknologi. Padahal, terlepas dari peristiwa yang naas itu, Jepang sebenarnya tidak memiliki sumber daya alam yang dapat diandalkan untuk menjadi sukses. Negara dengan luas wilayah yang tak bisa dibilang luas ini malahan “dianugerahi” berbagai kondisi alam yang fluktuatif. Namun mereka berhasil bangkit karena sumber daya manusianya berwawasan luas dan memiliki mental pembelajar. Continue reading