Category Archives: Translating

Terjemahanku di National Geographic Traveler Agustus 2014

10561838_758180847553991_2132036478401144622_n

Beberapa bulan ini jadwal menerjemahkan saya sepadat arus mudik. Alhasil, rencana menulis artikel untuk blog, termasuk kisah menerjemahkan artikel-artikel untuk National Geographic Traveler Indonesia, pun tersendat-sendat. Jadi, sekarang saya langsung saja mengulas beberapa artikel yang saya terjemahkan untuk NGT edisi Agustus, ya. Ulasan dua edisi sebelumnya menunggu lain kesempatan saja. 🙂

Baiklah, dalam edisi ini ada dua artikel fitur yang saya terjemahkan dan bagi saya menarik karena yang satu dilatarbelakangi oleh memoar sastrawi dan yang lainnya dibingkai oleh kisah revolusi Meksiko. Continue reading

Advertisements

Menerjemahkan The Icarus Deception Karya Seth Godin (2014)

icarus-01

 Judul: The Icarus Deception | Penulis: Seth Godin | Penerjemah: Selviya Hanna |
Penerbit: MIC Publishing | Terbit: Juni 2014 

Sejak dulu, saya selalu suka buku-buku Seth Godin karena cara berpikirnya yang unik, inspiratif, dan di luar kotak. Karena itu, ketika ada kesempatan menerjemahkan buku terbarunya, The Icarus Deception, tanpa pikir panjang langsung saya ambil 🙂

Mungkin ada yang bertanya, mengapa dinamai Icarus Deception atau Tipu Daya Icarus? Seth Godin melandasi buku ini dengan kisah mitologi Yunani yang cukup terkenal, yaitu Icarus dan ayahnya, Daedalus. Daedalus seorang perajin kawakan yang dijebloskan ke penjara setelah merusak karya Raja Minos. Ayah-anak ini pun menyusun rencana kabur yang brilian. Daedalus membuat sepasang sayap dan melekatkannya dengan lilin. Ia memperingatkan putranya, Icarus, supaya tidak terbang terlalu dekat dengan matahari. Namun, saking bersemangatnya karena bisa terbang, Icarus melanggar peringatan ayahnya dan terbang terlalu tinggi. Alhasil, lilin yang merekatkan sayapnya meleleh dan Icarus jatuh menukik ke dalam laut, tewas ditelan ombak. Pesan moralnya: jangan menentang raja. Jangan menentang ayahmu. Jangan berani-berani membayangkan dirimu lebih baik dari yang seharusnya. Continue reading

Enam Kebiasaan Harian Seorang Seniman

source: 1.bp.blogspot.com

Duduklah sendirian; duduklah dalam diam.

Pelajari sesuatu yang baru, meski tanpa manfaat praktis yang nyata.

Mintalah masukan yang terus terang dari orang per orang; abaikan masukan massa.

Sediakan waktu untuk menyemangati seniman lainnya.

Jadilah pengajar, dengan tujuan membuat perubahan.

Jual sesuatu yang Anda ciptakan.

(Dikutip dari The Icarus Deception karya Seth Godin, buku terjemahan saya yang tak lama lagi akan terbit) 🙂

Menerjemahkan Esai Foto (Indonesia-Inggris), Tembus The Invisible Photographer Asia

2014-05-05-06-31-01

dicapture dari invisiblephotographer.asia. copyright by Adzwari Ridzki

“Ada rekomendasi, nggak, untuk translator Indonesia-Inggris?” tanya seorang teman lama via Line. “Untuk artikel kebudayaan yang agak nyastra. Atau kalau kamu mau ambil ya gapapa, Hanna.”

Namanya kesempatan yang mengasah kemampuan dan menolong naik level, pasti saya sambut dengan tangan terbuka, dong. Apalagi topiknya pun saya minati: ritual pemakaman di Toraja. Pokoknya, proyek berbau-bau budaya, sejarah, lingkungan, pariwisata, humaniora—tidak mungkin saya tolak *kode*. Ditambah ada kerinduan untuk mulai menggarap terjemahan Indonesia ke Inggris, karena selama beberapa tahun ini saya 99% mengalihbahasakan teks Inggris ke Indonesia. Sampai bahasa Inggris saya rasanya sudah mulai berkarat. Memang, kalau menerjemahkan materi setebal buku, saya belum berani. Namun, kalau diajak menerjemahkan artikel atau website, dan tenggat waktunya bersahabat, hayuk, come to mama 😀 Continue reading

Terjemahanku di National Geographic Traveler Mei 2014

10247467_714413858597357_927395043379504615_n

Jikalau di edisi National Geographic Traveler (NGT) sebelumnya saya didaulat menerjemahkan artikel tentang Surga yang Hilang di China, dengan kentalnya nuansa eksotisme dan mistik di kawasan Yunnan yang bergunung-gunung, di edisi NGT Mei 2014 saya “berjalan-jalan” ke kota yang lebih modern dan futuristik.

Kopenhagen, Denmark. Negeri yang lekat dengan kenangan masa kecil saya yang diwarnai dongeng-dongeng karangan Hans Christian Andersen. Lahir di Odense, Denmark dan tutup usia di Kopenhagen, dari tangannya mewujud cerita-cerita nan membekas. Sebut saja Gadis Penjual Korek Api, Ratu Salju, Thumbelina, Itik Buruk Rupa, dan Putri Duyung, yang patung-patungnya banyak menghiasi sudut kota Kopenhagen. Continue reading

Terjemahanku di National Geographic Traveler April 2014

Rasanya senang sekali karena sang editor di edisi kali ini memercayakan satu artikel fitur untuk saya terjemahkan, bersama dengan beberapa artikel pendek. Dan menariknya lagi, artikel fitur ini berkisah tentang Yunnan, daerah di China daratan yang digadang-gadang sebagai rumah dari Shangrila, negeri khayalan di mana penduduknya dipercaya memiliki umur panjang yang melampaui batas kewajaran.

Ketika mendengar “China”, yang terbayang di benak saya adalah negara padat penghuni yang sangat industrial. Kesan eksotisnya, menurut saya masih kalah dengan tetangganya, Korea Selatan dan Mongolia. Namun itu, kan, kata saya, yang belum pernah menginjakkan kaki di negeri tirai bambu ini. Nah, ketika menerjemahkan artikel fitur “Melampaui Menara Langit” (judul asli: Over the Horizon), saya jadi mengerti bahwa masih ada wilayah di tanah nan luas ini yang kental dengan misteri dan kecantikan alam. Continue reading

Menerjemahkan Cold-Case of Christianity (2014)

Cold Case Christianity

Judul: The Cold-Case of Christianity | Penulis: Jim Wallace | Penerjemah: Selviya Hanna | Penerbit: Literatur SAAT

Jujur, buku ini merupakan salah satu buku rohani Kristen terbaik yang pernah saya terjemahkan. Karena itu, ketika dikabari teman saya, Ephy, seorang dosen di UK Petra, bahwa Cold-Case Christianity yang diterbitkan di Indonesia oleh Literatur SAAT ini, telah dirilis, saya kontan melonjak kegirangan.

Menerjemahkan buku ini tergolong seru. Kenapa seru? Karena buku apologetika ini ditulis oleh Jim Wallace, seorang detektif kawakan mantan ateis. Alhasil, Cold-Case Christianity lebih mirip kisah detektif beralur cepat yang sarat dengan argumen menarik serta menawarkan pandangan yang masuk akal dari sisi hukum terhadap bukti-bukti yang mendukung ataupun menentang nilai historis Kekristenan.   Continue reading