Apresiasi untuk Terjemahan Lost Man’s Lane (Visimedia, 2013)

welovecompliment
credit: healthandhappinesswithjen.wordpress.com

Setiap penerjemah dan editor, apalagi yang berkecimpung di dunia penerbitan buku, tentu merasakan kepuasan tersendiri bila karyanya disambut pembaca dengan baik. Apalagi kalau  mengerjakannya sampai “berdarah-darah”. Itulah juga yang saya rasakan saat iseng menelusuri dunia maya dan menemukan beberapa pendapat baik tentang terjemahan Lost Man’s Lane, novel detektif klasik yang diterbitkan oleh Visimedia pertengahan tahun 2013.

Seperti yang saya ceritakan di sini, proyek penerjemahan novel ini masuk dalam kategori menantang. Hanya saja, yang tidak saya ceritakan, berhubung ini kali pertama saya menangani naskah klasik, saya sempat stres berat. Butuh istirahat satu minggu sebelum masuk ke tahap swasunting; sesudah terjemahan final dikirim ke editor pun, saya ambil istirahat lagi selama dua minggu (yang saya habiskan dengan baca buku dan nonton film :p)

Jadi, ketika menemukan beberapa apresiasi ini, saya bahagia sekali. Rasanya semua jerih lelah saya saat menerjemahkan novel ini tidak sia-sia :’)

Berikut kata mereka:Continue reading “Apresiasi untuk Terjemahan Lost Man’s Lane (Visimedia, 2013)”

Kisah Menerjemahkan Lost Man’s Lane (Novel Detektif Klasik)

Image

Judul: Lost Man’s Lane | Penulis: Anna Katharine Green | Penerjemah: Selviya Hanna | Penyunting: Fitria Pratiwi| Penerbit: Visimedia | Tahun Terbit: 2013

Karena sejak dulu ingin merasakan menerjemahkan novel klasik yang bagi kebanyakan orang itu sulit (dan memang sulit), ketika ditawari menerjemahkanLost Man’s Lane oleh editor Visimedia, kesempatan itu langsung saya sambar. Namun, nama Anna Katharine Green, nama sang pengarang, tidak terlalu familier di telinga saya. Kalau Sir Conan Doyle, dengan master detective-nya yang mendunia, Sherlock Holmes, semua orang pasti langsung tahu. Tapi Anna Katharine Green? Amelia Butterworth? Ebenezer Gryce? Tidak banyak yang tahu, setidaknya tidak menyamai popularitas Mr. Doyle dan Holmes di masa kini.

Tetapi sang editor sudah menyelipkan petunjuk bahwa sang pengarang adalah ibunda novel detektif. Dan ketika saya menggali informasi di internet, kekaguman saya pada penulis wanita ini pun kian bertambah: Anna Katharine Green adalah salah satu penulis fiksi detektif pertama di Amerika, yang menyuguhkan keunikan berupa kisah-kisah yang alurnya terjalin baik dan akurat.Continue reading “Kisah Menerjemahkan Lost Man’s Lane (Novel Detektif Klasik)”

The Power of Self-Confidence

 

Judul: The Power of Self-Confidence | Penulis: Brian Tracy | Penerjemah: Desak Pusparini| Penyunting: Selviya Hanna | Penerbit: MIC Publishing 

Mengapa ada segelintir orang yang lebih sukses dari orang lainnya? Kepercayaan diri-lah jawabannya!

Seandainya semua usaha Anda dijamin berhasil, apa yang akan Anda lakukan secara berbeda? Bagaimana bila ada kekuatan besar yang memberi Anda kesanggupan untuk mencapai tujuan apa pun yang Anda tetapkan? Dengan kata lain, bagaimana jika Anda tidak takut kepada siapa pun atau apa pun, dan Anda merasa bebas bertindak, dalam bidang apa pun, dalam minat yang paling Anda sukai?

Dalam buku yang padat inspirasi dan kaya makna ini, Brian Tracy menghadirkan prinsip-prinsip membangun kepercayaan diri yang telah dibuktikan oleh lebih dari lima juta eksekutif, pengusaha, tenaga penjual, dan pribadi ambisius di lebih dari enam puluh negara. Anda akan belajar mengembangkan kepercayaan diri, keberanian, dan tekad yang tak tergoyahkan dalam setiap bidang hidup Anda. Semuanya bermuara pada satu keyakinan: jika Anda memercayai diri Anda, tak ada impian dan keinginan yang terlalu tinggi untuk digapai.Continue reading “The Power of Self-Confidence”

Bos terpayah di dunia …

… mungkin adalah Anda.

Sekalipun Anda bekerja ikut orang, bos Anda adalah Anda. Anda menata karier, hari, dan reaksi Anda. Anda mengatur cara Anda menjajakan jasa, menempuh pendidikan, dan bicara pada diri sendiri.

Kemungkinan besar, kerja Anda payah.

Seandainya ada manajer yang berbicara pada Anda seperti Anda bicara pada diri sendiri, Anda pasti sudah dipecat. Kalau bos Anda menghambur-hamburkan waktu seroyal Anda, dia pasti sudah dipecat. Jika ada perusahaan membina karyawannya seburuk Anda mengembangkan diri Anda, perusahaan itu tak lama lagi akan tenggelam.

Saya takjub melihat betapa banyak orang yang memilih untuk gagal padahal mereka bebas memillih, atau bekerja di tempat yang memungkinkan mereka menata agenda harian dan mengelola diri sendiri. Saat dibebaskan untuk melesat, mereka justru bimbang, tertegun, dan menjatuhkan bola.

Kita terkejut saat ada orang yang berhasil dengan caranya sendiri dan menuai sorotan. Orang yang menemukan cara bekerja dari rumah dan mengubahnya menjadi perjalanan selama dua tahun, berkawan laptop, menjelajahi dunia sambil tetap bekerja. Kita tercengang saat melihat orang yang menggunakan sore dan akhir pekannya untuk kuliah lagi atau memulai usaha sampingan baru. Dan kita iri saat menjumpai orang yang mampu merengkuh kebahagiaan dengan usahanya sendiri, seolah itu barang langka yang tidak layak jatuh ke tangannya.

Kalau Anda adalah bos terpayah di dunia, mungkin Anda juga guru terpayah di dunia. Kita tak bisa mengandalkan orang lain mengajari kita, terutama setelah kita berusia sepuluh tahun. Tidak, masa depan adalah milik orang-orang yang memutuskan untuk menjadi bos (dan guru) terbaik bagi dirinya sendiri.

(Cuplikan dari terjemahan yang sedang saya garap. Saya bagikan di sini karena inspiratif sekaligus menohok — setidaknya bagi saya)

Pertimbangan Editor dalam Memilih Penerjemah

credit: prozcomblog.com

Karena sering ditanyai via personal message mengenai pertimbangan editor dalam memilih penerjemah, amannya saya tuliskan di sini saja agar terdokumentasi dengan rapi (alasan sebenarnya, sih, malas ngetik berulang-ulang :p)

Pertimbangan saya dalam memilih penerjemah: 1. Gaya bahasa yang sejalan. 2. Akurasi dalam menerjemahkan. Idealnya dapat penerjemah yang bagus di kedua unsur tersebut — itu impian semua editor. Tetapi, kalau diharuskan memilih, saya lebih memilih yang pertama.

Hingga saat ini saya masih mereview setiap terjemahan yang masuk, membandingkannya dengan teks sumber, kalimat per kalimat. Saat menemukan terjemahan yang maknanya agak melenceng, bisa langsung saya betulkan dengan sumber yang valid (kamus, ensiklopedi, dll). Tapi kalau menemukan terjemahan yang gaya bahasanya amat berbeda dengan saya (mungkin terlalu kaku, terlalu miskin diksi, atau terlalu berpanjang kata menurut selera saya), saya harus bekerja keras memoles kalimat dan memikirkan diksi yang lebih tepat.
Continue reading “Pertimbangan Editor dalam Memilih Penerjemah”

You Can’t Lead with Your Feet on the Desk

Inilah rahasia di balik kesuksesan Marriot sebagai jaringan hotel terkemuka di lingkup dunia …


Judul: You Can’t Lead with Your Feet on the Desk | Penulis: Ed Fuller | Penerjemah: Bethari Ismayasari | Penyunting: Selviya Hanna | Penerbit: MIC Publishing | Tebal: 220 hlm | ISBN: 978-602-8482-67-7 

Baik Anda adalah pemimpin perusahaan besar, pemilik toko obat di sudut jalan, maupun seorang eksekutif muda yang baru memulai karier, kesuksesan terbesar Anda sangat ditentukan oleh sikap saling menghormati dan saling peduli yang terus-menerus Anda perlihatkan kepada orang-orang di sekitar Anda.

 Semangat “mengutamakan kedekatan” itulah yang membantu Ed Fuller, pimpinan Marriot International Lodging, mengembangkan bisnisnya dari 16 hotel di luar Amerika Serikat dan Kanada menjadi 400 hotel di 70 negara dan 6 benua. Inilah juga yang menjadi tema utama dalam buku yang berwawasan serta menghibur ini.Continue reading “You Can’t Lead with Your Feet on the Desk”

Warren Buffett Speaks

Dunia Mendengar Ketika Warren Buffett Bicara …

Judul: Warren Buffett Speaks | Penulis: Janet Lowe | Penerjemah: Hero Patrianto | Penyunting: Selviya Hanna | Penerbit: MIC Publishing | Tebal: xxviii +300hlm | ISBN: 978-602-8482-49-3

Warren Buffett adalah seorang tokoh legendaris dalam dunia investasi, sekaligus satu-satunya investor saham yang pernah masuk dalam jajaran miliarder terkaya di dunia. Namun mantan direktur Coca-Cola, Don Keough, pernah berkata bahwa kisah hidup Buffett bukanlah tentang uang, melainkan tentang nilai. Hal ini tetap menjadi fakta dari diri Buffett yang tidak berubah sedikit pun. Selama bertahun-tahun, meskipun pengaruh dan kekayaan Buffett terus menanjak pesat, ada satu hal yang tinggal tetap – sikapnya yang bersahaja, jujur, dan optimis dalam memandang bisnis dan kehidupan.Continue reading “Warren Buffett Speaks”

Masuk Rak Best-Psychology Books di Gramedia Expo, Surabaya

969909_10200154099521404_60209121_n

Dari kiri ke kanan:
1. It’s Not About You. Penerjemah: Jimmy Simanungkalit. Penyunting: Selviya Hanna.
2. Full Steam Ahead. Penerjemah: Marlene T. Penyunting: Selviya Hanna.
3. Expect Miracles.
4. Taking People with You. Penerjemah: Paksi Ekantoputra. Penyunting: Selviya Hanna
5. Failing Forward.
6. Your Road Map for Success. Penerjemah: Selviya Hanna. Penyunting: Esther Tanuadji.

Analisis Fundamental

1000796_393160074127540_1306618033_n
Judul: Analisis Fundamental | Penulis: RH Liembono |
Penyunting: Selviya Hanna | Tebal: 300 hlm 

Banyak orang memahami Analisis Fundamental sebagai cara membaca rasio- rasio keuangan saja. Padahal, analisis fundamental sangatlah luas dan lebih dari itu. Analisis fundamental juga tidaklah sesulit yang dibayangkan.

RH Liembono menganalogikan analisis fundamental seperti penyakit dan gejala penyakit. Misalnya saja, ada seorang yang terjatuh kemudian tidak dapat menggerakan badannya. Ada beberapa pandangan:

1. Orang tersebut jatuh. Karena terjatuh, dia pun terkena stroke sehingga tidak bisa menggerakkan badannya.

2. Orang tersebut terkena stroke; karena itulah dia jatuh.

Walau sama-sama jatuh, diagnosis yang berbeda menghasilkan hasil yang berbeda pula. Apakah kejatuhan yang menyebabkan stroke atau stroke-lah yang menyebabkan kejatuhan membutuhkan penanganan yang berbeda.

Apakah laporan keuangan perusahaan mengubah harga saham seperti yang diharapkan banyak orang? Ataukah harga saham sudah berubah sebelum laporan keuangan dikeluarkan sehingga ketika laporan keuangan keluar bagus sering kali harga saham tiba- tiba turun?Continue reading “Analisis Fundamental”

Full Steam Ahead!

cover buku full steam ahead_tampak depan-01

Bebaskan Kekuatan Visi di Tempat Kerja dan Kehidupan Anda

Judul: Full Steam Ahead! | Penulis: Ken Blanchard & Jesse Lyn Stoner | Penerjemah: Marlene T. | Penyunting: Selviya Hanna | Penerbit: MIC Publishing | Tebal: 220 hlm | ISBN: 978-602-8482-67-7 

“Karena kepemimpinan selalu diawali dengan visi, visi yang kabur hanya akan menimbulkan masalah. Selain itu, inti kepemimpinan adalah mencapai tujuan. Jika pemimpin tidak mengejar visi bersama, kepemimpinan mereka hanya akan mementingkan diri sendiri dan pada akhirnya gagal,” demikian kata Ken Blanchard dan Jesse Lyn Stoner dalam Full Steam Ahead.

Full Steam Ahead menceritakan kisah Ellie, karyawan baru di sebuah perusahaan asuransi yang terkejut dengan adanya pesan suara yang ditinggalkan sang presiden perusahaan setiap hari untuk seluruh karyawan. Pesan-pesan itu jujur, inspiratif, dan jenaka. Suatu pagi, Ellie datang lebih pagi ke kantor dan bertemu dengan Jim. Percakapan pertama itu menjadi awal dari persahabatan yang panjang dan produktif. Jim mendorong Ellie untuk memikirkan diri dan kariernya, sementara Ellie membantunya menyusun visi dan merencanakan perubahan di perusahaan itu.Continue reading “Full Steam Ahead!”

%d bloggers like this: