The Magic of Thinking Big (2014)

cover-thinking-big

Judul: The Magic of Thinking Big | Penulis: David Schwartz | Penerjemah: Andi Wahyu| Penyunting: Selviya Hanna |
Penerbit: MIC Publishing

Jangan biarkan pemikiran yang salah menyetir hidup Anda karena, menurut David Schwartz, Anda adalah buah dari pola pikir kita. Dalam mahakarya yang ada di tangan Anda ini, David membeberkan berbagai ide praktis sekaligus realistis, juga teknik dan prinsip yang memungkinkan Anda memanfaatkan kekuatan berpikir besar guna meraih kesuksesan, kebahagiaan, dan kepuasan yang Anda dambakan.

Melalui hikmat dan pesan inspiratif yang termuat dalam The Magic of Thinking Big, pelajarilah cara agar Anda mampu: Continue reading

The Ice Cream Maker (2014)

icecreammaker-650x976

Judul: The Ice Cream Maker | Penulis: Subir Chowdury | Penerjemah: Prisca Primasari| Penyunting: Selviya Hanna | Penerbit: MIC Publishing

Tak bisa dipungkiri, kualitas adalah bumbu terpenting dari kesuksesan bisnis, apa pun bidang yang digelutinya. Namun, sayangnya, bumbu terpenting ini kerap kali dikorbankan karena biayanya lebih mahal dan karena kita lebih senang berpuas diri dengan apa yang ada sekarang: produk dan jasa yang biasa-biasa saja, bahkan buruk. Kita menolerir kesalahan-kesalahan kecil, padahal seperti yang ditegaskan Subir Chowdury dalam kisah inspiratif ini, “kualitas yang buruk itu kasat mata, dan efeknya akan memangkas uangmu, pelangganmu, dan kesuksesan bisnismu.” Continue reading

Kisah Menerjemahkan Cara Memaksimalkan Hidup Anda (Brian Houston)

20140310_103322

Judul: Cara Memaksimalkan Hidup Anda | Penulis: Brian Houston | Penerjemah: Selviya Hanna | Penerbit: Insight Unlimited | Tahun Terbit: 2014 | Tebal: 214 halaman

Tak disangka, buku ini akhirnya terbit juga! 🙂 Cara Memaksimalkan Hidup Anda yang berjudul asli How to Maximize Your Life ini ditulis oleh Brian Houston, gembala sidang dari Gereja Hillsong, gereja yang termasyhur seantero dunia dengan pelayanan praise & worship-nya yang memberkati jutaan orang. Bahkan, saat saya terjun ke pelayanan sewaktu SMU dan kuliah dulu, lagu-lagu Hillsong sangat menginspirasi saya. Karena itulah, ketika dipercaya oleh penerbit untuk menerjemahkan buku ini, saya senang bukan kepalang 🙂

Brian Houston, melalui buku ini, ingin mengajarkan tentang cara menjalani hidup yang diberkati. Namun, ia menegaskan, bahwa tujuan dari berkat Tuhan adalah untuk memampukan kita menjadi saluran berkat yang luar biasa bagi orang lain (h.21), bukan agar berkat itu berhenti pada diri kita. Mengupas tuntas teladan orang benar dari Mazmur 112–yang namanya tidak disebutkan namun hidup seturut prinsip-prinsip Alkitab dan, hasilnya, berkat Tuhan mewarnai setiap spektrum hidupnya–Cara Memaksimalkan Hidup Anda menyuguhkan artikel-artikel singkat yang mendalami setiap ayat dan menguak prinsip praktis yang terkandung di dalamnya. Continue reading

Terjemahanku di National Geographic Traveler Indonesia Maret 2014

1622809_685302318175178_959770702_n

Bagi saya, bisa menerjemahkan artikel untuk National Geographic Indonesia adalah suatu kehormatan, juga impian saya sejak pertama kali membaca majalah ini. Jadi, jujur, ketika sang editor menyatakan bahwa gaya terjemahan saya memenuhi standar majalah beken nan berbobot ini, rumah saya mendadak terasa sempit *saking gede kepalanya, maksudnya* :p

Saya tak akan berkata menerjemahkan lima artikel–satu di antaranya, 20 Loka Wajib Kunjung 2014,  masuk sampul depan–dari National Geographic Traveler Indonesia ini mudah. Saya perlu memeras otak dan mengkreasi diksi, karena dalam teks aslinya para penulis kerap menggunakan permainan kata. Apalagi, majalah ini punya reputasi sebagai media dengan pembahasaan yang unik dan berstandar tinggi, gemar bereksperimen kata dan luwesnya minta ampun. Jadi, saya bertekad agar jangan sampai mengecewakan sang editor. Continue reading

Kisah Cinta di Kereta Malam

20140112_191448

Objek observasi kami. Maafkan kualitas foto yang kurang mumpuni karena diambil sembunyi-sembunyi ini 🙂

Agak sulit untuk tidak memperhatikan pasangan ini. Pertama, kursi mereka tepat di seberang kursi depan kami. Kedua, dua sejoli itu tampak mencolok—yang cewek mungil dan berparas manis, yang cowok tinggi besar dan berkulit gelap. Ketiga, aksi si cowok sungguh mencenggangkan. Lelaki itu, sambil memasang ekspresi datar, memesan tiga helai selimut: satu untuk kekasihnya, dua untuk dirinya sendiri. Dengan santai digelarnya sehelai selimut di lantai kereta, yang lazimnya menjadi tempat penumpang menapakkan kaki, lalu duduk di situ. Ditatanya tas bawaan mereka membentuk bantal di ujung kursi, lalu disuruhnya si cewek membaringkan kepala di situ. Continue reading

Kisah Menerjemahkan The Idiots (2014)

the idiots

Judul: The Idiots | Penulis: Chetan Bhagat | Penerjemah: Selviya Hanna | Penyunting: Prisca Primasari| Penerbit: Qanita Mizan | Tahun Terbit: 2014

Akhirnya. Terbit. Juga.

Itu yang pertama terlintas di benak saya saat membuka pintu rumah dan mendapati paket buku ini tergeletak di karpet.

The Idiots merupakan novel sekaligus buku perdana yang saya terjemahkan. Yup, perdana. Karena itulah novel ini begitu istimewa. Dan saat membuka novel ini, menyusuri halaman demi halaman, saya jadi terkenang kembali pada masa-masa awal berusaha menjadi penerjemah. Waktu itu, tahun 2010, saya bekerja di sebuah penerbitan yang 99 persen bukunya adalah buku terjemahan. Ketika itu saya belum pernah menerjemahkan satu buku pun, jadi bisa dibilang saya bondo nekat. Saya siapkan portfolio saya, lalu melayangkan lamaran ke cukup banyak penerbit. Namun, yang saat itu merespons adalah Prisca Primasari, editor Qanita. Kemudian editor cantik ini memercayakan The Idiots (judul asli: Five Point Someone) untuk saya terjemahkan.

Tentu saja tawaran itu saya terima dengan senang hati. Apalagi saya kemudian tahu bahwa novel inilah yang mengilhami film Bollywood yang fenomenal dan inspiratif, Three Idiots. Saya penggemar berat film itu, lho! 🙂  Maka proses menerjemahkan pun dimulai. Continue reading

Apresiasi untuk Terjemahan Lost Man’s Lane (Visimedia, 2013)

welovecompliment

credit: healthandhappinesswithjen.wordpress.com

Setiap penerjemah dan editor, apalagi yang berkecimpung di dunia penerbitan buku, tentu merasakan kepuasan tersendiri bila karyanya disambut pembaca dengan baik. Apalagi kalau  mengerjakannya sampai “berdarah-darah”. Itulah juga yang saya rasakan saat iseng menelusuri dunia maya dan menemukan beberapa pendapat baik tentang terjemahan Lost Man’s Lane, novel detektif klasik yang diterbitkan oleh Visimedia pertengahan tahun 2013.

Seperti yang saya ceritakan di sini, proyek penerjemahan novel ini masuk dalam kategori menantang. Hanya saja, yang tidak saya ceritakan, berhubung ini kali pertama saya menangani naskah klasik, saya sempat stres berat. Butuh istirahat satu minggu sebelum masuk ke tahap swasunting; sesudah terjemahan final dikirim ke editor pun, saya ambil istirahat lagi selama dua minggu (yang saya habiskan dengan baca buku dan nonton film :p)

Jadi, ketika menemukan beberapa apresiasi ini, saya bahagia sekali. Rasanya semua jerih lelah saya saat menerjemahkan novel ini tidak sia-sia :’)

Berikut kata mereka: Continue reading